Health / Konsultasi
Kamis, 05 Mei 2022 | 15:15 WIB
Ilustrasi obesitas, bentuk tubuh. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian mengungkapkan bahwa memiliki bentuk tubuh dan perut buncit melipatgandakan risiko wanita terkena beberapa jenis kanker.

Bentuk tubuh yang berbentuk apel dengan pinggang dan perut besar bisa meningkatkan risiko 6 jenis kanker secara signifikan.

Peneliti Universitas Glasgow menganalisis data pada 385.000 orang dewasa untuk menemukan hubungan antara obesitas dan kanker.

Mereka menemukan lemak di sekitar perut meningkatkan risiko sebesar 5 persen untuk kedua jenis kelamin.

Jika mereka memiliki lemak di sekitar pinggang, risikonya terkena kanker rahim pun naik 109 persen.

Kanker rahim juga dikenal sebagai kanker endometrium atau rahim, yang mempengaruhi hampir 10 ribu wanita per tahun dan menyebabkan hampir 2.500 kematian.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

"Kami tahu jenis lemak tertentu, khususnya yang mayoritas berada di sekitar perut itu sangat buruk untuk kesehatan," kata Dr Celis Morales, peneliti utama di Kongres Eropa tentang Obesitas di Maastricht dikutip dari The Sun.

Dr Celis mengatakan lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam akan memberikan efek buruk lebih banyak. Lemak ini menghasilkan penanda peradangan yang berkontribusi menyebabkan kanker jangka panjang.

Studi ini mengamati peserta "Visceral Adiposity Index", ukuran yang digunakan untuk menilai tingkat lemak perut.

Baca Juga: UKHSA Menambahkan Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius: Virus Corona Omicron

Penelitian menunjukkan lemak tersebut bisa mengubah kadar hormon yang berdampak besar pada kanker, karena mempengaruhi organ-organ penting.

Tim peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki terlalu banyak lemak perut meningkatkan risiko kanker kandung empedu sebesar 83 persen, kanker ginjal 39 persen, kanker hati 25 persen, kanker usus 14 persen dan kanker payudara 11 persen.

"Lemak adiposa adalah lemak yang menyebabkan perut Anda menonjol dan bisa meningkatkan risiko kanker," kata Tam Fry, dari Forum Obesitas Nasional.

Tom Sanders, dari King's College London, mengatakan sudah lama mengetahui bahwa obesitas bisa meningkatkan risiko kanker rahim, karena hormon estrogen meningkatkan risiko tersebut.

Load More