Suara.com - Senam Indonesia, Aerobic Sat Kerthi, resmi diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan akan dipraktikan di setiap event formal ASEAN.
Senam ini juga disebut ASEAN Fun Aerobic Dance (AFAD), yang diluncurkan dalam event ASEAN Health Ministers Meeting ke -15 atau 15th AHMM, Bali, Indonesia beberapa waktu laku.
Menariknya, AFAD ini hasil dari AFADC, kompetisi internasional ASEAN di 2021 lalu, dan berhasil dimenangkan peserta dari Indonesia, yakni Sat Kerthi for All.
Senam ini mendapatkan voting juri terbanyak dari 3 pemenang yang semuanya berasal dari Indonesia.
Ketiga pemenang itu adalah Sat Kerthi for All, skor 571.4 dari Indonesia. Asia Tenggara yang Indah, skor 561.2 dari Indonesia, dan Budaya Tradisional ASEAN, skor 554.4 yang juga dari Indonesia.
Seluruh pemenang ini mengungguli 21 peserta yang mengirimkan video. 20 peserta Indonesia, 5 peserta Thailand dan 2 peserta Malaysia.
Para pemenang berhasil menarik perhatian juri, yang menilai sejak 15 September hingga 15 Oktober 2021.
Panelis 8 orang dewan juri berasal dari Jepang, Brazil, Indonesia, Kamboja dan Thailand dengan latar belakang ahli, asosiasi profesi fitness, dokter olahraga, koreografer tari atau senam dan perwakilan dari ASEAN.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Maria Endang Sumiwi berharap, senam yang berhasil jadi pemenang bisa digunakan untuk memperkuat promosi gaya hidup sehat melalui dorongan dan mobilisasi aktivitas fisik di komunitas ASEAN, dan menjadi olahraga yang mewakili komunitas ASEAN.
Baca Juga: Presiden Jokowi Balas Toast Presiden Joe Biden, Ini yang Dikatakan Jokowi
“Saya bangga mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan oleh ASEAN dan untuk ASEAN. Jadi, mari berlatih ASEAN Fun Aerobic Dance untuk ASEAN yang lebih sehat. Melalui peluncuran AFADC ini diharapkan dapat menjadi upaya promosi aktifitas fisik yang mendukung gerakan hidup sehat untuk masyarakat ASEAN,” kata Maria.
Berita Terkait
-
Dasco Ungkap Pengusaha ASEAN Diculik, Indonesia Kini Jadi 'Surga' bagi Investor
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Korea Selatan Masuk Negara Paling Rasis di Dunia, Apa Penyebabnya?
-
Terbongkar! Kemenkes Tegas soal Pasien BPJS PBI Dinonaktifkan: Rumah Sakit Wajib Tetap Tangani
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026