Suara.com - Ketika mendengar istilah keputihan pada puting, hal pertama yang terlintas di benak siapa pun adalah ibu menyusui atau ibu hamil. Namun, ada beberapa perempuan yang tidak hamil atau menyusui, namun mengalami keputihan dari putingnya.
Ini mungkin normal dalam beberapa kasus, tetapi ini bisa menjadi situasi yang mengkhawatirkan jika melihat keluarnya cairan dari puting tanpa kehamilan.
Oleh karena itu dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda dalam kasus tersebut. Hormon memainkan peran penting dalam produksi pelepasan ini.
Berikut adalah beberapa alasan yang bertanggung jawab atas keluarnya cairan dari puting susu tanpa kehamilan:
1. Hormon prolaktin
Dalam beberapa situasi, keluarnya cairan dari puting susu tanpa kehamilan terjadi karena meningkatnya kadar hormon prolaktin, dan prolaktin yang tinggi tersebut dikatakan sebagai penyebab kemandulan. Ini biasanya terjadi karena prolaktin menghentikan seorang wanita dari berovulasi dan juga mengganggu siklus menstruasi.
Kondisi ini disebut hiperprolaktinemia. Dalam beberapa kasus kadar prolaktin yang tinggi, seorang wanita mungkin berovulasi, namun tidak menghasilkan cukup hormon progesteron setelah ovulasi.
2. Pertumbuhan kanker
Biasanya, wanita mengalami keputihan atau cairan berdarah yang keluar dari puting. Wanita yang sedang menyusui atau berhenti menyusui mungkin mengalami keputihan/keputihan seperti susu. Ini normal dan dapat berhenti dengan sendirinya setelah 2-3 hari penghentian menyusui.
Baca Juga: Minum Banyak Obat dalam Satu Waktu Punya Konsekuensi Fatal, Terutama pada Pasien Kanker
Di sisi lain, cairan berdarah dapat dikaitkan dengan pertumbuhan kanker. Kondisi ini dapat berkisar dari masalah tiroid hingga obat-obatan hingga tumor jinak pada kelenjar pituitari Anda.
3. Keguguran
Dalam beberapa kasus hiperprolaktinemia ringan, ovarium dapat melepaskan sel telur pada waktunya tetapi tubuh mungkin tidak menghasilkan jumlah progesteron yang cukup. Ini memperpendek fase luteal yang mengikuti ovulasi. Akibatnya, jika sel telur dibuahi, ia mungkin tidak dapat menempelkan dirinya ke rahim. Dengan demikian wanita tersebut dapat mengalami keguguran bahkan sebelum dia menyadari bahwa dia hamil.
Apa yang harus Anda lakukan jika Anda mengalami keputihan tanpa kehamilan?
Untuk tujuan diagnosis, dokter Anda akan bertanya tentang semua gejala lain yang mungkin Anda alami dan kemudian dia akan menyarankan tes darah untuk memeriksa kadar prolaktin serum, sebaiknya puasa. Jika kadarnya tinggi, tes bantuan lebih lanjut mungkin diperlukan. Dalam beberapa kasus di mana prolaktin sangat tinggi, tumor dicurigai dan dalam kasus ini, dokter akan meminta Anda untuk melakukan pemindaian MRI otak dan kelenjar pituitari untuk mendapatkan ukuran dan jaringan tumor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!