Suara.com - Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat dan kadang-kadang diekspor ke daerah lain. Penyakit ini diikuti oleh gejala seperti demam, ruam dan pembekakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis.
Akan tetapi, biasanya gejala cacar monyet ini hanya berlangsung 2 hingga 4 Minggu. Penyakit ini bisa menular ke manusia melalui kontak dekat, antara orang dengan hewan yang terinfeksi cacar monyet ini. Atau bisa dari bahan yang terkontaminasi virus.
Selain itu, cacar monyet ini juga bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain. Yaitu melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur. Virus cacar monyet adalah virus DNA beruntai ganda yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus dari keluarga Poxviridae.
Cacar monyet menyerupai cacar biasa
Melansir dari laman resmi WHO yang merilis tulisan pada Kamis (19/5/2022), dijelaskan bahwa cacar monyet ini menyerupai cacar biasanya atau smallpox, infeksi orthopoxvirus terkait yang telah diberantas sebelumnya. Bisa dikatakan bahwa cacar ini termasuk jenis penyakit yang cepat menular dari satu orang ke orang lain, atau dari hewan ke orang.
Tercatat hampir 30% pasien meninggal diakibatkan oleh penyakit cacar ini. Kasus terakhir cacar yang didapat secara alami terjadi pada tahun 1977. Lalu pada tahun 1980 penyakit cacar ini sudah diberantas dengan menggunakan vaksinasi dan penahanan global.
Sudah sekitar 40 tahun pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan secara rutin dan berbasis vaccinia. Karena memang vaksinasi ini juga bisa melindungai manusia dari serangan penyakit cacar monyet di Afrika Barat dan Tengah. Sementara yang belum mendapat vaksinasi menjadi kelompok rentan.
Untuk diketahui, cacar juga tidak hanya disebabkan secara alami saja, karena cacar juga bisa disebabkan oleh kecelakaan laboratorium atau pelepasan yang disengaja. Namun, sektor kesehatan global tetap waspada akan kemunculan penyakit cacar ini.
Agar penyakit ini tidak sampai meluas dan menjangkit manusia, sektor kesehatan global telah menyiapkan vaksin yang lebih baru dengan diagnostic dan agen antivirus yang sedang dikembangkan. Harapannya, bisa berguna untuk pencegahan dan pengendalian monkeypox.
Baca Juga: Pengertian Cacar Monyet, Cara Penularan, Tanda Serta Gejalanya
Demikianlah ulasan mengenai peyakit cacar monyet yang ternyata memiliki persamaan dengan cacar atau smallpox. Cacar monyet ini disebabkan oleh infeksi orthopoxvirus. Penyakit ini mudah menular dari satu orang ke orang lain atau dari hewan ke manusia.
Kontributor : Agung Kurniawan
Berita Terkait
-
Sejarah Awal Munculnya Cacar Monyet hingga Outbreak di Dunia
-
Wabah Cacar Monyet Menyebar Hingga Belasan Negara, Mungkinkah Jadi Pandemi Baru?
-
Spanyol Laporkan Penambahan Pasien Terkonfirmasi Cacar Monyet, Diduga Bersumber dari Sauna
-
Deretan Virus yang Mulai Bermunculan Setelah Covid-19, Jadi Ancaman Dunia!
-
WHO: 1.284 Kasus Suspek Cacar Monyet Dilaporkan di RD Kongo
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar