Suara.com - ASEAN Dengue Day (ADD) atau Hari Demam Berdarah (DBD) ASEAN diperingati setiap 15 Juni setiap tahunnya.
Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Tiffany Tiara Pakasi mengatakan, hal ini dilatarbelakangi karena mayoritas negara ASEAN merupakan daerah endemik DBD.
Dijelaskan dr. Tiara, penetapan ADD sendiri dilakukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 di Hanoi pada 30 Oktober 2010 lalu.
Negara yang turut serta dalam pelaksanaan di antaranya adalah seluruh negara anggota ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan komitmen nasional dan antar-anggota ASEAN pada upaya pengendalian demam berdarah. Baik pencegahan, penanggulangan, hingga tata laksana. Sehingga angka kejadian dan kematian akibat DBD dapat ditekan," ujarnya dalam jumpa pers Peringatan ADD yang digelar Kementrian Kesehatan RI pada Rabu (15/6/2022).
Lebih lanjut, ia menjelaskan tema global ADD tahun ini adalah "ASEAN's Resilience Against Dengue Amid Covid-19 Pandemic" atau "Ketahanan ASEAN terhadap DBD di Tengah Pandemi Covid-19".
Tahun ini, kata dr. Tiara, efek pandemi Covid-19 cukup memengaruhi program kesehatan, salah satunya adalah DBD. Untuk itulah, peserta negara ASEAN berkomitmen untuk tetap tangguh dan kuat menghadapi DBD pada masa Covid-19.
Sedangkan untuk program nasional, temanya adalah "Wujudkan Indonesia Bebas Dengue" dengan sub tema yang lebih kepada promotif preventif dengan PSN 3M-Plus dengan membasmi langsung vektornya agar spesies nyambuk penyebab DBD tidak hidup nyaman di Indonesia, dan dengan demikian bisa dibasmi.
"Ini yang sulit karena memang masih ada kematian akibat dengue. Di Indonesia sendiri angkanya mencapai 45.387 kasus dengan kematian 432 di tahun 2022," kata dia.
Baca Juga: Penyakit DBD Menghantui Bekasi, Warga Diminta Waspada
Di mana, hingga minggu ke-22 tahun 2022 kasus DBD sudah dilaporkan dari 449 Kabupaten/Kota yang tersebar di 34 Provinsi, dengan kematian tersebar di 163 Kabupaten/Kota di 31 Provinsi. Mayoritas kasus terlihat terjadi di Pulau Jawa, Nusa Tenggara dan Kalimatan.
Untuk itu, peringatan ADD 2022 kata dia diharapkan bisa menjadi salah satu ajang untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat di negara Asia Tenggara untuk mampu mencegah penyebaran penyakit DBD dengan menerapkan 3M plus, yaitu:
- Menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air.
- Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah.
- Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).
"Tetap terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, nyeri otot, hingga mual dan mutah ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
Terkini
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung