Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menyetujui sebuah pengobatan sistemik pertama untuk penyakit alopecia aerata, Rabu (15/6/2022).
Alopecia aerata merupakan gangguan autoimun, yang mana tubuh menyerang folikel rambut. Kondisi ini menyebabkan kerontokan rambut parah.
Namun kini, penderita dapat menggunakan obat Olumiant, yang sebelumnya sudah disetujui penggunaannya pada 2018 untuk mengobati rheumatoid arthritis.
"Persetujuan ini akan membantu memenuhi kebutuhan penting yang belum terpenuhi bagi pasien alopecia aerata parah," kata direktur Divisi Dermatologi dan Kedokteran Gigi di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA, Kendall Marcus, dilansir Insider.
Obat efektif menumbuhkan rambut
Dalam pengujian obat produksi Eli Lily and Company ini, peneliti merekrut 855 peserta yang rambutnya sudah rontoko hingga setengah dari kulit kepala.
Pada kedua uji klinis, beberapa peserta mendapat 2 miligram dosis Olumiant, beberapa menerima 4 miligram, dan launnya menerima plasebo.
Setelah 36 minggu, para peneliti menemukan sekitar sepertiga dari pasien yang menerima dosis 4 miligram Olumiant telah kembali menumbuhkan rambut yang cukup menutupi setidanya 80 persen dari kulit kepala.
Hanya 17 hingga 22 persen dosis 2 miligram dan 3 hingga 5 persen dari kelompok plasebo yang mendapat hasil sama.
Baca Juga: Mengenal Alopecia Aerata, Gangguan Autoimun yang Diderita Jada Pinkett Smith!
Namun, obat ini memiliki efek samping, yakni infeksi saluran pernapasan, sakit kepala, jerawat, kolesterol tinggi, kelelahan, mual, dan penambahan berat badan.
"Ketika pasien dan subjek penelitian saya menumbuhkan kembali rambut mereka karena perawatan ini, saya melihat senyum mereka kembali," tandas profesor di North Carolina, Margaret M. Quinlan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!