Suara.com - Sebagian besar orang merasa khawatir jika menemukan benjolan di tubuhnya. Takut kalau-kalau benjolan tersebut adalah suatu kondisi yang serius atau membahayakan. Benjolan di tubuh memang bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang serius, tapi bisa juga menjadi tanda yang tidak membahayakan. Lantas, apa tanda benjolan di tubuh berbahaya? Simak ulasannya berikut ini.
Seorang ahli kesehatan menyampaikan, kebanyakan benjolan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi terkadang benjolan mungkin memerlukan perawatan segera. Secara umum, benjolan sering muncul di beberapa bagian tubuh seperti payudara, ketiak, leher, testis, selangkangan, tangan, pergelangan tangan, kepala, dan pantat.
Jika Anda menemukan benjolan di tubuh Anda lebih dari dua minggu, sebaiknya segera temui dokter untuk mengetahui apakah itu berbahaya atau tidak.
Lantas, apa tanda benjolan di tubuh berbahaya? Melansir dari berbagai sumber, mari simak penjelasannya berikut ini.
Tanda benjolan di tubuh berbahaya
Ada beberapa tanda yang membuat benjolan sangat mengkhawatirkan dan bisa menjadi berbahaya. Adapun beberapa tandanya yakni seperti di bawah ini:
- Keras dan mungkin tidak menyakitkan
- Hanya berada di satu tempat di bagian tubuh
- Menjadi lebih besar
- Kulit sekitar benjolan kemerahan
- Bernanah atau cairan yang keluar dari benjolan
- Pembengkakan atau nyeri di daerah sekitarnya
- Perubahan warna, bentuk atau ukuran
- Pertumbuhan benjolan yang stabil
- Benjolan keras atau nyeri yang muncul tiba-tiba
- Kembali tumbuh setelah sembuh
- Demam yang bisa menjadi tanda infeksi
Penyebab Benjolan
Benjolan dan pembengkakan dapat muncul di mana saja di tubuh Anda. Beberapa benjolan biasanya hanya khusus berada di satu tempat, sementara yang lain dapat terjadi di banyak bagian tubuh yang berbeda. Adapun penyebab umum munculnya benjolan yakni sebagai berikut:
- Lipoma: benjolan lemak jinak yang terasa halus, lembut dan licin saat disentuh.
- Skin tag: pertumbuhan kecil, lembut, berdaging pada kulit.
- Kista: benjolan berisi cairan di bawah permukaan kulit yang bergerak saat Anda menyentuhnya.
- Abses kulit: benjolan keras dan menyakitkan yang mungkin berwarna merah dan panas saat disentuh. 'Abses kulit biasanya berisi nanah dan merupakan tanda infeksi,' kata Dr Saloojee
Demikian informasi mengenai tanda benjolan di tubuh berbahaya dan penyebabnya. Jika Anda khawatir tentang benjolan, atau benjolan tersebut sudah ada selama lebih dari 2 minggu di tubuh Anda, segera konsultasikan ke dokter.
Baca Juga: 4 Beda Tumor Payudara dan Kanker Payudara yang Wajib Dipahami
Memeriksa tubuh Anda secara teratur sangat penting karena menemukan benjolan baru dengan cepat dapat menjadi cara penting untuk mendeteksi sesuatu yang serius lebih awal.
Seorang dokter akan mengambil riwayat gejala Anda dan memeriksa benjolan. Dokter juga mungkin dapat memberi tahu Anda apa penyebabnya secara langsung dan memberikan pengobatan.
Jika ada ketidakpastian tentang penyebab atau diagnosis, dokter mungkin merujuk Anda untuk melakukan pemindaian ultrasound guna menilai benjolan di tubuh tersebut apakah suatu kondisi yang serius atau tidak.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak