Suara.com - Malaysia menorehkan prestasi penanganan pandemi Covid-19, setelah pertama kalinya tidak ada kematian dalam 2 tahun terakhir.
Dilansir ANTARA, Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin dalam cuitannya Minggu (19/6/2022) malam mengatakan transisi menuju endemis yang secara berkelanjutan sedang diupayakan Malaysia telah terkalibrasi dan teruji berdasarkan data.
"Mari kita berdoa itu terus membuahkan hasil," katanya.
Berdasarkan portal CovidNow milik Kementerian Kesehatan Malaysia yang diperbarui pada Senin, pukul 06.32 waktu Kuala Lumpur, ada penambahan 1.680 kasus lokal harian COVID-19 pada Minggu, sedangkan kasus impor bertambah 10.
Sebanyak 2.108 pasien sembuh dan tercatat tidak ada kematian karena COVID-19 di hari tersebut. Kasus aktif pun berkurang 418 dibanding hari sebelumnya, sehingga menjadi 25.944.
Pemerintah Malaysia juga menggenjot capaian vaksinasi COVID-19 secara nasional. Hingga Minggu, 83,3 persen atau 27,208.771 penduduk sudah memperoleh vaksin dosis kedua, dan 49,4 persen atau 16.128.017 penduduk sudah mendapatkan vaksin penguat atau booster.
Saat ini, masih dalam rangka Perayaan Pekan Imunisasi Nasional 2022 yang jatuh pada 16 Juni lalu, Pemerintah Malaysia menjalankan Program Imunisasi Nasional COVID-19 untuk Anak-Anak (PICKids) yang telah berusia 5 hingga 11 tahun.
Program pemberian vaksin dosis pertama untuk anak-anak tersebut diberikan secara gratis melalui klinik kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia.
Update Covid-19 Global
Update Covid-19 global menunjukan hari ini Beijing, China mulai menang melawan wabah Covid-19, setelah berminggu-minggu berkutat dengan infeksi SARS CoV 2.
Data Worldometers, Sabtu (11/6/2022) mencatat infeksi baru masih bertambah 552 ribu kasus baru sehari, 1.254 orang yang baru saja meninggal dunia.
Kini total yang sudah terinfeksi ada 543 juta orang dan 6,3 juta diantaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang bisa menularkan virus atau kasus aktif tercatat masih ada 18 juta orang.
Mengutip Channel News Asia, wabah Covid-19 di ibu kota China, yang berawal dari sebuah bar di Beijing kini berhasil dihentikan usai destinasi rekreasi dihentikan operasionalnya setelah beberapa hari.
Kasus Covid-19 di Beijing sendiri melonjak, setelah lebih dari sebulan melonggarkan pembatasan protokol kesehatan dan mobilitas masyarakat.
"Setelah delapan hari mengalami pertempuran dan upaya keras, tindakan pencegahan dan penanganan tegas berhasil menunjukan dampaknya," ujar Juru Bicara Pemerintah Beijing, Xu Hejian.
Berita Terkait
-
Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia
-
Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI
-
Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?