Suara.com - Miom atau yang dikenal juga sebagai fibroid rahim atau leiomioma adalah tumor non-kanker umum yang tumbuh di dalam atau di sekitar rahim. Miom memiliki berbagai variasi ukuran serta menyebabkan gejala seperti sakit perut dan perdarahan menstruasi yang berat. Untuk selengkapnya, berikut ini gejala miom yang harus diwaspadai.
Diketahui, penyebab miom ini masih belum jelas. Namun ada beberapa faktor risiko yang memicu tumbuhnya miom dalam tubuh seperti riwayat keluarga atau genetika, obesitas, dan usia. Lebih dari setengah dari semua orang yang memiliki rahim akan mengalami miom pada usia 50.
Perlu diketahui juga bahwa ukuran miom ini ada yang sekecil kacang polong bahkan ada yang sebesar melon. Miom bisa tumbuh dalam atau di luar rahim, yang mana pertumbubannya bisa cepat atau lambat. Lantas, apa saja gejala miom? Mari perhatikan penjelasanya di bawah ini.
11 Gejala Miom
Gejala miom ini tergantung pada seberapa besar tumor dan di mana letak lokasinya dalam tubuh. Orang yang menderita miom mungkin memiliki gejala yang datang dan pergi. Gejala mungkin bisa bertambah buruk selama siklus menstruasi mereka.
Bagi sebagian orang, gejala miom sangat parah dan menyebabkan rasa sakit yang konstan. Namun, terkadang miom tidak menimbulkan gejala apapun. Melansir dari sejumlah sumber, berikut gejala miom yang perlu Anda waspadai.
- Periode menstruasi yang berat, menyakitkan, dan berkepanjangan
- Pendarahan di antara masa menstruasi
- Nyeri panggul dan tekanan perut
- Perasaan penuh pada perut bagian bawah
- Pembesaran atau pembengkakan perut bagian bawah
- Sembelit atau diare
- Sulit buang air kecil atau bahkan malah terlalu sering buang air kecil
- Sakit saat berhubungan seks
- Sakit punggung bawah
- Masalah reproduksi (seperti kesulitan hamil)
- Kelelahan dan kelemahan
Bagaimana dengan pengobatan miom? Umumnya, ada beberapa pilihan untuk mengobati miom, termasuk obat-obatan, prosedur non-invasif, pembedahan, atau kombinasi terapi.
Jenis pengobatan akan ditentukan berdasarkan beberapa faktor yaitu sberapa parah gejala yang dialami, ukuran miom, lokasi miom, apakah Anda ingin hamil di masa mendatang, dan apakah usia Anda mendekati menopause atau tidak.
Demikian informasi mengenai gejala miom. Jika Anda menderita miom tetapi tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya, Anda tidak perlu mengobatinya. Namun, jika gejala Anda parah atau jika miomanya besar dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada organ di sekitarnya, segera konsultasikan ke dokter dan dokter akan membantu Anda mendapatkan pengobatan terbaik.
Baca Juga: Perbedaan Kista, Tumor dan Kanker: Sama-Sama Membayakan Jadi Wajib Waspada!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026