Suara.com - Infeksi Covid-19 varian Omicron juga rentan terjadi pada anak-anak. Tetapi, gejala yang timbul saat masa infeksi akut agak berbeda dengan orang dewasa.
Dokter anak dr. Yogi Prawira Sp.A(K)., mengatakan bahwa 70 persen anak yang terinfeksi virus corona varian Omicron hanya mengalami gejala ringan. Tetapi, kebanyakan yang bergejala bukan gangguan pada sistem pernapasan.
"Infeksi covid ini adalah infeksi sistemik, jadi tidak melulu ada di sistem pernapasan. Karena ada beberapa anak yang ternyata lebih dominan di saluran cerna, seperti muntah, diare, sakit perut, enggak ada batuk, pilek sama sekal," kata dokter Yogi dalam webinar BNPB Indonesia, Rabu (29/6/2022).
"Saat fase akut memang 70 persen anak-anak gejalanya ringan, bahkan sebagian tanpa gejala. Tapi kita harus tetap waspada sesudah itu kalau timbul gejala peradangan, maka harus segera diperiksakan ke dokter," imbuh Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut.
Orang tua juga diingatkan jangan ragu untuk membawa anak lakukan tes PCR apabila diketahui ada kontak erat dengan pasien Covid-19 ataupun mengalami gejala tertentu.
Dokter Yogi menyampaikan bahwa penting untuk mengatahui status infeksi Covid-19 pada anak agar bisa segera dapat pengobatan medis dan memantau gejala sisa pasca infeksi.
"Harus dipantau kira-kira 2 sampai 6 minggu pasca infeksi. Kalau misalnya timbul tanda-tanda bahaya, seperti demam tinggi enggak turun-turun, mata merah, atau ada pembesaran di leher seperti genah bening, muntah, diare, sakit perut, maka harus segera dibawa ke dokter dan sampaikan kalau pernah mengalami infeksi covid," pesannya.
"Karena kita beberapa kali ketemu, kalau misalnya bisa dideteksi, didiagnosis tatalaksana awal, itu bisa perbaikan tanpa gejala sisa. Tapi kalau terlambat, maka risikonya bisa ada gejala sisa," kata dokter Yogi.
Selama masa liburan sekolah, dokter Yogi juga berpesan kepada orang tua untuk biasakan lakukan karantina di dalam rumah setiap kali selesai bepergiaan. Tujuannya, untuk mencegah anak menularkan potensi virus corona yang terbawa dari luar kepada teman-temannya.
Baca Juga: Angka Covid-19 Naik, Kemenkes Luruskan Aturan Bebas Masker di Ruangan Terbuka
"Kondisi sebelum pandemi, anak mengalami batuk pilek 10 sampai 12 kali itu masih normal. Masalahnya sekarang kita tidak bisa membedakan, untuk tahu harus diswab seandainya anak pulang liburan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua