Suara.com - Kerongkongan adalah saluran makanan yang menghubungkan mulut ke perut. Kanker esofagus dapat ditemukan di mana saja di kerongkongan dan dianggap sebagai kanker ketujuh yang paling umum.
Ada berbagai gejala yang terkait dengan kanker esofagus yang sulit diidentifikasi sebagai tanda kanker karena sifatnya yang generik.
Namun, penting untuk dapat mengenali gejala-gejala ini tepat waktu untuk mencari pengobatan segera karena jenis kanker ini merenggut ribuan nyawa setiap tahun. Gejala utama kanker esofagus yang juga merupakan tanda peringatan dini adalah disfagia atau kesulitan menelan.
Dilansir dari Times of India, jika kamu mengalami kesulitan makan seperti tersedak atau batuk setiap kali kamu makan atau minum, itu bisa menjadi tanda disfagia yang merupakan gejala paling umum dari kanker esofagus.
Terkadang, makanan keluar kembali melalui hidung atau mulut setelah mencoba menelan. Saat kamu berbaring, makanan akan lebih mudah naik kembali ke kerongkongan, yang dapat memperburuk gejala.
Hal ini juga dapat membuat kesulitan dalam mengunyah makanan dengan benar. Ini pada gilirannya akan membuat kamu mencoba menelan makanan yang belum dikunyah dengan benar, menyebabkan lebih banyak rasa sakit atau ketidaknyamanan. kamu mungkin juga merasa ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan.
kamu mungkin tidak segera menyadari disfagia karena biasanya ringan pada awalnya. Namun, seiring pertumbuhan kanker, biasanya semakin parah dan lebih menyakitkan karena lubang di kerongkongan akan semakin kecil.
Banyak gejala kanker esofagus yang biasanya diabaikan oleh penderitanya sebagai sesuatu yang tidak serius yang dapat sembuh dengan sendirinya.
Namun, jika kamu mengalami disfagia atau gejala lain yang disebutkan di bawah ini selama lebih dari beberapa minggu, maka kamu harus berbicara dengan dokter kamu.
Baca Juga: Cuma Jualan Semangka, Kakek Ini Mendadak Dapat Ratusan Juta untuk Pengobatan Kanker Cucunya
Selain kesulitan menelan, gejala lain dari kanker ini termasuk mual, muntah, asam lambung, mulas, batuk, kehilangan nafsu makan, kelelahan, nyeri di dada dan suara serak.
Ada sejumlah perubahan gaya hidup sehat dan positif yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker esofagus. Menghindari merokok, tembakau dan alkohol adalah faktor yang paling penting dan langkah pertama yang harus kamu ambil jika kamu menggunakan salah satu dari mereka.
Selain itu, penting untuk makan makanan yang sehat dan bergizi yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran. Menambahkan berbagai buah-buahan dan sayuran berwarna-warni ke dalam diet kamu akan menguntungkan kamu baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perhatikan bahwa kamu tidak obesitas atau kelebihan berat badan. Pertahankan berat badan yang sehat dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan yang seimbang dan sehat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya