Suara.com - Ganja medis telah menjadi legal di sejumlah negara di dunia. Salah satu obat dengan kandungan ekstrak ganja yang tersedia misalnya Epidiolex.
Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Profesor Zullies Ikawati mengatakan, obat tersebut lazim digunakan di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sebagai terapi tambahan untuk mengatasi kejang akibat penyakit epilepsi Lennox Gastaut syndrome.
"Epidiolex berisi cannabidiol (salah satu senyawa ganja) 100 mg per mili dalam bentuk solution oral. Senyawa ini sangat lipofilik sehingga penggunaannya dilarutkan dalam minyak wijen juga beberapa komponen lain," jelas Profesor Zullies, dalam webinar Fakultas Farmasi UGM, Rabu (6/7/2022).
Pasien Lennox Gastaut syndrome biasanya menjalani pengobatan conjunction clobazam kemudian ditambah dengan obat Epidiolex tersebut. Profesor Zullies mengatakan, terapi tersebut biasanya dilakukan terhadap pasien berusia dua tahun ke atas.
"Memang kasus seperti ini banyak dijumpai pada anak-anak," imbuhnya.
Dosis obat yang direkomendasikan sebanyak 2,5 mg per kg berat badan selama 1 minggu pertama. Setelahnya, dosis bisa dinaikan hingga 5 mg berdasarkan anjuran dokter.
Walaupun mengandung ganja, Profesor Zullies mengatakan obat Epidiolex tidak menimbulkan efek halusinogen, namun tetap memiliki efek samping seperti turun kesadaran, diare, dan masalah kesehatan terkait fungsi hati.
Dari berbagai riset mengenai ganja medis dibuktikan bahwa kompotenen fitokimia dalam cannabis memang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Profesor Zullies menjelaskan, pemanfaatan ganja adalah dengan mengisolasi senyawa aktif atau mengambil senyawa sintetik yang bersifat murni.
"Sampai sekarang beberapa turunan cannabis sudah disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan di AS) maupun EMA (Basan Pengawas Obat di Eropa). Salah satunya Epidiolex yang telah disetujui sejak 2018, itu cannabiniol isinya berupa senyawa murni yang sudah diisolasi," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga