Suara.com - Update Covid-19 global hari menunjukkan tren kenaikan kasus di dunia karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Data Worldometers menunjukkan total kasus Covid 19 secara global saat ini telah mencapai 560 juta. Tercatat terjadinya penambahan kasus sebanyak 74 ribu serta kematian sebanyak 106 per hari ini, Minggu (10/7/2022).
Untuk angka kesembuhan secara global satu hari kemarin, telah tercatat sebanyak 86 ribu. Tercatat 20,7 juta kasus masih aktif secara global hingga saat ini.
Sementara itu, Amerika Serikat memberi persetujuan pemberian vaksin kepada remaja usia 12-15 tahun demi mencegah penyebaran virus Corona.
Vaksin yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech awalnya hanya akan diberikan pada orang dewasa saja. Namun keadaan darurat memaksa pemberian vaksin untuk remaja.
Pasalnya, hingga kini jumlah kasus aktif yang tercatat di Amerika Serikat sendiri sebanyak 3,5 juta. Angka tersebut menjadikan Amerika Serikat negara dengan kasus aktif terbanyak saat ini.
Melansir Channel News Asia, FDA mengatakan persetujuan vaksin diberikan kepada remaja ini juga telah diikuti dengan adanya analsisi dan evaluasi yang ketat terkait keamanan dan efektivitas yang diberikan.
Seperti yang diketahui, Amerika Serikat sendiri sebelumnya hanya memberikan vaksin kepada remaja usia 16 tahun ke atas Agustus 2021 lalu. Namun, saat ini Amerika Serikat akhirnya memutuskan pemberian vaksin kepada remaja usia 12-15 tahun.
Beradarkan data federal, sebanyak 67 persen populasi di Amerika Serikat telah memperoleh vaksinasi Covid 19 secara penuh. Adanya kebijakan pemberian vaksin kepada remaja ini juga memastikan agar produsen vaksin segera menyiapkannya.
Baca Juga: Melonjak! Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Hari Ini Tambah 1.478 Kasus
Selain itu, FDA juga meminta agar perusahaan vaksin seperti Pfizer dan moderna dapat mendesain suntikan booster disesuaikan agar bisa ampuh melawab subvarian BA.4 dan BA.5 yang saat ini menjadi perhatian dunia.
Dengan begitu, vaksin yang diproduksi menjadi lebih ampuh untuk mengatasi kenaikan kasus Covid 19 akibat munculnya subvarian BA.4 dan BA.5.
Berita Terkait
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan
-
Kasus Covid-19 Naik di Negara Tetangga, DKI Imbau Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri
-
Covid-19 Mengintai Lagi? Begini Kondisi Terkini di Jakarta Menurut Dinas Kesehatan
-
Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?