Suara.com - Sebagian orang kerap merasa lebih produktif untuk mengerjakan tugas saat malam hari, sehingga begadang kerap jadi kebiasaan yang sering dilakukan.
Mengantuk dan kelelahan bisa jadi dampak paling nyata yang dirasakan saat pagi hari setelah begadang. Tapi, selain itu, juga berpotensi menimbulkan berbagai risiko penyakit, seperti obesitas, diabetes, kanker, hipertensi, hingga penyakit jantung karena metabolisme tubuh yang tidak seimbang akibat kurangnya jam istirahat.
Orang yang sering begadang juga bisa alami gangguan stabilitas emosi dan psikoligis, apalagi jika disertai dengan beban pekerjaan yang padat keesokan paginya.
Rasa kantuk akibat kebiasaan begadang juga bisa memengaruhi konsentrasi dan daya ingat karena seharusnya jaringan dan sel-sel saraf di otak mengalami proses perbaikan atau regenerasi selama tidur.
Produk asuransi jiwa Astra memberikan tips cara atasi begadang agar tidak menjadi kebiasaan dalam jangka waktu panjang.
1. Kenali Batasan Diri
Penting untuk mengenali kapan tubuh dan pikiran sudah memberi sinyal untuk istirahat. Selain kantuk dan rasa tidak bersemangat, tanda lain yang bisa terlihat akibat dampak begadang juga kantung mata yang besar dan kulit wajah kusam yang berpengaruh juga padapenampilan.
Saat tubuh sudah mulai terasa lelah, sediakan waktu untuk beristirahat sejenak.
Jangan paksakan diri untuk bekerja hingga larut malam jika tubuh sudah terasa tidak fit. Untuk membuat tubuh dan pikiran juga bisa beristirahat, jangan lupa manfaatkan jatah cuti kerja sebagai jeda dari rutinitas pekerjaan.
2. Berhenti Membandingkan Keadaan Diri dengan Kesuksesan Orang Lain
Baca Juga: 5 Kebiasaan Anak Kos yang Sulit Dilakukan saat di Rumah, Enggak Bisa Bebas
Seringkali sosial media memicu perasaan untuk membanding-bandingkan keadaan diri sendiri dengan orang lain. Hal itu justru membuat seseorang merasa belum cukup bekerja keras untuk mencapai standar kesuksesan tertentu. Akibatnya, bekerja melebihi porsi pun dilakukan untuk mencapai target pekerjaan demi menyaingi keberhasilan orang lain.
Berhenti selalu membanding-bandingkan bisa jadi cara untuk menikmati kesuksesan karir yang dimiliki dan bekerja sesuai dengan porsinya.
3. Lakukan Hobi yang Membuat Tubuh Rileks
Untuk menghindari kebiasaan begadang dengan tidur yang lebih nyenyak, lakukan aktivitas fisik yang dapat membuat tubuh terasa rileks, misalnya berolahraga. Olahraga ringan juga bisa membuat otot menjadi rileks dan meningkatkan metabolisme tubuh sehingga mudah merasa mengantuk.
Berbagai penelitian menunjukan bahwa jenis olahraga kardiovaskular, latihan kekuatan, dan yoga efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
4. Jaga Hati dan Pikiran Tetap Tenang
Selain fisik, hati dan pikiran yang tenang juga bisa jadi pencegahan dari susah tidur yang memicu kebiasaan begadang. Sebisa mungkin, hindari pikiran yang tidak tenang karena beban pekerjaan. Mengarahkan pikiran agar tetap tenang juga bisa dilakukan dengan cara mandi air hangat sebelum tidur atau mendengarkan musik yang menenangkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi