Suara.com - Tahukah Anda, beberapa makanan memiliki efek negatif pada otak, entah dengan cara memengaruhi memori dan suasana hati, atau bahkan meningkatkan risiko demensia.
Yuk, sayangi otak Anda dengan menghindari lima makanan berikut, seperti dilansir dari Healthline.
1. Karbohidrat olahan
Karbohidrat olahan termasuk gula dan biji-bijian yang diproses, seperti tepung putih. Karbohidrat jenis ini umumnya memiliki indeks glikemik yang tinggi. Ini berarti, tubuh Anda mencernanya dengan cepat, menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.
Juga, ketika dimakan dalam jumlah besar, makanan ini sering memiliki beban glikemik yang tinggi. Beban glikemik mengacu pada seberapa banyak makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah Anda, berdasarkan ukuran porsi.
Makanan yang memiliki indeks glikemik dan beban glikemik tinggi diketahui dapat merusak fungsi otak.
Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya satu kali makan makanan dengan beban glikemik tinggi dapat merusak memori pada anak-anak dan orang dewasa.
2. Makanan tinggi lemak trans
Lemak trans adalah jenis lemak tak jenuh yang dapat berdampak buruk pada kesehatan otak. Secara alami, lemak trans ada di dalam produk hewani seperti daging dan susu. Namun, bukan ini yang menjadi masalah. Yang berbahaya adalah lemak trans yang diproduksi pabrik, yang juga dikenal sebagai minyak nabati terhidrogenasi.
Lemak trans buatan ini dapat ditemukan dalam shortening, margarin, frosting, makanan ringan, kue, dan kue kering kemasan.
Studi telah menemukan bahwa ketika orang mengonsumsi lemak trans dalam jumlah yang lebih tinggi, mereka cenderung memiliki peningkatan risiko penyakit Alzheimer, memori yang lebih buruk, volume otak yang lebih rendah, dan penurunan fungsi kognitif.
Baca Juga: 4 Jenis Makanan Mengandung Zat Besi yang Mudah Ditemukan
3. Makanan olahan
Makanan olahan cenderung tinggi gula, lemak, dan garam. Ini termasuk makanan seperti keripik, permen, mi instan, popcorn, saus yang dibeli di toko, dan makanan siap saji.
Makanan ini biasanya tinggi kalori dan rendah nutrisi lainnya, sehingga cenderung menyebabkan penambahan berat badan, yang dapat memiliki efek negatif pada kesehatan otak Anda.
Sebuah penelitian pada 243 orang menemukan peningkatan lemak di sekitar organ, atau lemak visceral, dikaitkan dengan kerusakan jaringan otak. Studi lain pada 130 orang menemukan ada penurunan terukur pada jaringan otak, bahkan pada tahap awal sindrom metabolik.
Studi lain pada 18.080 orang menemukan bahwa konsumsi makanan yang digoreng dan daging olahan dikaitkan dengan skor yang lebih rendah dalam pembelajaran dan memori.
4. Aspartam
Aspartam adalah pemanis buatan yang digunakan dalam banyak produk bebas gula. Orang sering memilih untuk menggunakannya ketika mencoba menurunkan berat badan atau menghindari gula ketika mereka menderita diabetes. Aspartam ditemukan di banyak produk komersial yang tidak secara khusus ditargetkan untuk penderita diabetes.
Namun, pemanis yang banyak digunakan ini juga dikaitkan dengan masalah perilaku dan kognitif, meskipun penelitiannya kontroversial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem