Suara.com - Tidur siang memang dapat bisa menyegarkan pikiran. Tetapi ketika melakukannya secara teratur dan sering justru berkorelasi dengan risiko hipertensi dan stroke yang lebih tinggi.
Analisis terhadap 358.451 catatan Biobank Inggris anonim mengungkap kaitan tersebut, menunjukkan bahwa kolerasinya kemungkinan lebih dari sekadar kebetulan.
Dari data tersebut, peneliti menemukan 50.507 insiden hipertensi dan 4.333 insiden stroke, dengan usia antara 40 hingga 69 tahun. Mereka melaporkan kesehatannya dari tahun 2006 hingga 2010.
Dari sampel, peneliti menemukan:
- Sebagian besar orang yang tidur siang adalah laki-laki
- Punya kebiasaan merokok, minum alkohol setiap hari, dan tingkat pendapatan serta pendidikan yang lebih rendah
- Melaporkan kerap mengalami insomnia dan mendengkur
Dilansir Science Alert, peserta yang tidur siang secara teratur memiliki risiko hipertensi 12 persen lebih tinggi daripada yang jarang dan tidak pernah tidur siang dan risiko stroke 24 persen lebih tinggi.
Risiko ini lebih tinggi pada peserta di bawah 60 tahun, dengan risiko hipertensi 20 persen, dibanding dengan 10 persen untuk usia di atas 60 tahun.
Peningkatan frekuensi tidur siang, yang dilaporkan oleh sekitar seperempat peserta, juga menjadi perhatian. Mereka yang dari tidak pernah tidur siang menjadi kadang-kadang memiliki risiko hipertensi 40 persen lebih tinggi.
Alih-alih salah satu menyebabkan yang lain, tidur siang dan hipertensi mungkin merupakan gejala dari masalah mendasar yang sama.
Namun, menurut psikolog klinis dan pakar tidur dari University of Arizona, Michael Grandner, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, kemungkinan tidur siang bukanlah masalah utamanya.
Baca Juga: Bangun Tidur Siang Mandi Pakai Seragam, Bocah SD ini Bersiap Sekolah padahal Masih Magrib
"Meski tidur siang itu sendiri tidak berbahaya, mungkin banyak orang melakukannya karena kurang tidur di malam hari. Tidur yang buruk di malam hari dikaitkan dengan kesehatan yang lebih buruk, dan tidur siang tidak cukup untuk menebusnya," tanggap Grandner.
Di sisi lain, ilmuwan sebelumnya telah mencatat bahwa tekanan darah dapat meningkat setelah tidur siang, yang kemungkinan berperan dalam peningkatan stroke pada 'napper'.
Bagaimanapun, penelitian lebih lanjut diperlukan.
"Studi kami, bersama dengan studi klinis sebelumnya, menunjukkan bahwa pemeriksaan lebih lanjut dari dasar mekanistik hubungan antara pola tidur yang sehat termasuk tidur siang, dan penyakit kardiovaskular diperlukan," tandas penulis studi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI