Suara.com - Kepala penasihat medis presiden, Dr. Anthony Fauci, mengatakan lelaki yang berhubungan seks dengan pria (LSL) atau kelompok homoseksual harus diprioritaskan untuk vaksin cacar monyet di Amerika Serikat.
Monkeypox terus menyebar ke seluruh dunia, dengan hampir 17.000 kasus dilaporkan secara global pada 22 Juli, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Selama akhir pekan, virus itu dinyatakan sebagai darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Lonjakan kasus cacar monyet telah menimbulkan kekhawatiran sejak menandai pertama kalinya virus menyebar secara signifikan di luar Afrika Barat dan Tengah, di mana ia endemik.
Ada kemungkinan bagi siapa saja untuk terkena cacar monyet, meskipun salah satu ciri dari wabah saat ini adalah bahwa kasus telah terkonsentrasi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, dan terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seksual, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
"Oleh karena itu penting bahwa semua negara bekerja sama dengan komunitas laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, untuk merancang dan memberikan informasi dan layanan yang efektif, dan untuk mengadopsi langkah-langkah yang melindungi kesehatan, hak asasi manusia dan martabat masyarakat yang terkena dampak," tambahnya.
Bagian dari strategi global untuk mengendalikan cacar monyet adalah dengan penggunaan vaksin. AS telah mendistribusikan hampir 200.000 dosis pada Rabu lalu.
Selama wawancara dengan MSNBC pada hari Minggu, Dr Fauci ditanya apakah komunitas LSL atau homoseksual harus diberikan vaksin terlebih dahulu. Dia mengatakan dia berpikir bahwa ini harus terjadi.
“Jika Anda melihat sifat perlindungan yang benar-benar luas, Anda benar-benar ingin mendapatkan orang-orang yang berisiko karena perilaku. Misalnya, populasi LSL yang menggunakan profilaksis sebelum pajanan untuk HIV—fakta bahwa mereka sedang menjalani pra-pajanan untuk HIV. profilaksis pajanan untuk HIV akan segera memasukkan mereka ke dalam klasifikasi di mana mereka sangat mungkin harus divaksinasi dengan cara pencegahan.
"Jadi ada dua pil untuk itu; satu di mana Anda tahu Anda telah terpapar—jelas orang-orang itu—tetapi pada akhirnya, orang-orang yang berisiko melalui jaringan seksual atau apa pun yang Anda miliki."
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sebut Vaksin Cacar Masih Efektif Lindungi dari Risiko Cacar Monyet
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!