Suara.com - Aksi seorang ibu viral di media sosial lantaran memakaikan behel atau kawat gigi pada anaknya yang masih balita. Kawat gigi tersebut dipasangkan pada bagian bawah gigi.
Video itu ramai di media sosial TikTok hingga sudah ditonton lebih dari 5,7 juta kali. Dalam video terlihat seorang balita perempuan berbaring di kasur. Ia tampak tersenyum lebar ke arah kamera dan memamerkan giginya yang sudah dipakaikan behel.
Diduga behel yang digunakan sang balita perempuan itu asli. Behel yang digunakan seperti kawat gigi pada umumnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota persatuan dokter gigi Indonesia (PDGI) drg. Nadia Widjaja menyarankan agar kawat gigi tersebut sebaiknya dilepas.
"Itu harus dilepas kawat giginya. Sebaiknya jangan (dipakaikan kawat gigi) karena masih kecil, pertumbuhan giginya belum sempurna, masih berubah terus," kata dokter Nadia ditemui di Kantorkuu Coworking, Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Dokter Nadia mengungkapkan, dampak penggunaan kawat gigi pada balita tersebut bisa membuatnya jadi sulit makan karena merasa tidak nyaman. Idealnya, kawat gigi baru aman digunakan saat tahapan gigi susu sudah selesai dan didominasi gigi permanen.
"Kawat gigi tetap itu biasanya kalau gigi sudah permanen semua, itu sekitar 12-13 tahun. Kalau masih kecil ada juga kawat gigi tapi yang memang khusus anak-anak, itu biasanya lepasan," jelasnya.
Walaupun khusus anak, kawat gigi lepasan tersebut juga biasanya tidak digunakan kepada balita. Sebab, kawat gigi lepasan digunakan saat fase campuran antara gigi susu dan gigi permanen.
"Periode campur istilahnya, jadi masih ada antara gigi tetap dan gigi susu," jelasnya.
Baca Juga: Anak Balita Gunakan Behel, Netizen : Ibunya Gimana Sih!
Oleh sebab itu, dokter Nadia menyarankan agar ibu yang viral tersebut sebaiknya melepas kawat gigi pada anaknya.
Ada pun indikasi perlu memakai kawat gigi biasanya karena memang struktur gigi kurang rapi. Bentuk gigi yang berantakan berpotensi menyebabkan sisa makanan jadi sulit dibersihkan, akibatnya memicu gigi jadi berlubang bila dibiarkan dalam waktu lama.
"Kalau enggak, misalnya sudah mengganggu pengunyahan. Kalau gigi rapi pokoknya banyak keuntungannya, selain estetik juga lebih enak dilihat, ngunyah juga nggak bermasalah jadi lebih enak pas makan, lebih nggak mudah berlubang," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang