Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa konsisten melakukan kebiasaan sehat, seperti membersihkan rumah, dapat menurunkan risiko demensia hingga sepertiga dari 100 persen.
Dalam penelitian ini, orang yang melakukan aktivitas fisik apa pun, seperti menaiki tangga, berjalan, dan berpartisipasi dalam olahraga berat, memiliki risiko demensia 35 persen lebih rendah dibanding mereka yang tidak.
Sementara aktivitas fisik lain yang melibatkan fisik dan mental terbukti mengurangi risiko demensia hingga 21 persen.
Hasil tersebut didapat setelah peneliti melacak kebiasaan sosial dan fisik 500.000 orang selama 11 tahun untuk mencari tahu kegiatan apa yang mengurangi kemungkinan seseorang mengembangkan demensia.
Jadi, peneliti menemukan bahwa semua peseryta mendapat manfaat dari aktivitas fisik dan mental, terlepas dari apakah mereka memiliki riwayat keluarga demensia atau tidak.
"Studi kami telah menemukan bahwa dengan terlibat lebih sering dalam aktivitas fisik dan mental yang sehat, orang dapat mengurangi risiko demensia," kata penulis studi Huan Song dari Universitas Sichuan di Chengdu, Cina.
Peneliti mengatakan perlu penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ini.
"Namun, hasil kami mendorong bahwa membuat perubahan gaya hidup sederhana ini mungkin bermanfaat," sambungnya, dilansir The Sun.
Demensia merupakan istilah umum untuk menggambarkan penurunan kemampuan mental seseorang menjadi parah hingga mengganggu rutinitas sehari-hari.
Baca Juga: Studi Lancet: Gunakan Fitness Tracker Bisa Tingkatkan Frekuensi Aktivitas Fisik
Beberapa gejala diri demensia termasuk kelambanan berpikir, kesulitan dengan pencernaan, masalah dengan bahasa, masalah dengan perhatian dan konsentrasi, perubahan suasana hati maupun perilaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!