Health / Konsultasi
Senin, 01 Agustus 2022 | 10:46 WIB
Ilustrasi Hepatitis Akut - Gejala Awal Hepatitis Akut Pada Anak dan Dewasa (Pixabay)

Gejala hepatitis B akut yang muncul umumnya adalah mengalami rasa sakit di abdomen (bagian perut atas) di sebelah kanan, penyakit kuning dan urine berubah warna gelap dan pekat seperti teh.

Penularan VHB 95 persen terjadi secara vertikal yakni ketika proses persalinan. Sedangkan penularan sebesar 5 persen berlangsung secara horizontal melalui proses transfusi darah, penggunaan jarum suntik, pisau cukur, dan transplantasi organ. Infeksi virus hepatitis B ini bisa dicegah melalui vaksinasi sejak dini.

3. Hepatitis C

Penderita penyakit hati kronis seperti sirosis atau kanker hati cenderung lebih mudah mengalami hepatitis C. Umumnya infeksi VHC akan berkembang ke tahap kronis sehingga dibutuhkan pengobatan khusus.

Namun sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat meninimalisir VHC. Terlebih virus ini punya tipe gen atau genotip yang berbeda-beda.

Sama halnya seperti VHB, infeksi VHC dapat ditularkan melalui transfusi darah, cairan tubuh dan transplantasi organ. Sementara itu penularan dari persalinan atau hubungan seksual terjadi dalam kemungkinan kecil.

4. Hepatitis D dan E

Dua virus hepatitis lainnya VHD dan VHE memang tak banyak ditemukan kasusnya di Indonesia tapi penyebarannya perlu diwaspadai. VHD alias virus delta merupakan jenis virus hepatitis yang paling jarang ditemukan tapi juga paling berbahaya di antara virus hepatitis lainnya. 

Sebagai informasi, VHD memerlukan VHB (virus hepatitis B) untuk dapat berkembang biak sehingga hanya bisa ditemukan pada penderita hepatitis B.

Baca Juga: Pencegahan Cacar Monyet Mirif dengan Prokes Covid-19

Sementara itu VHE memiliki karakteristik yang kurang lebih sama dengan VHA (virus hepatitis A), yaitu termasuk jenis virus yang ditularkan melalui fecal oral atau masuk melalui mulut.

Pengobatan Hepatitis

Pengobatan hepatitis dapat disesuaikan dengan jenis hepatitis dan tingkat keparahannya. Metode pengobatan hepatitis yang dapat dilakukan adalah pemberian obat-obatan dan transplantasi hati. Berikut penjelasannya.

1. Obat interferon

Beberapa jenis hepatitis akibat virus bisa sembuh dengan sendirinya. Namun obat-obatan pun perlu dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

Jenis obat yang diresepkan oleh dokter adalah interferon yang biasanya diberikan lewat suntikan setiap minggu selama 6 minggu.

2. Obat imunosupresan

Untuk mengatasi hepatitis akibat penyakit autoimun, dokter dapat memberikan obat imunosupresan terutama kortikosteroid, seperti prednisone dan budesonide. Selain itu, pasien juga dapat diberikan obat azathioprine, mycophenolate, tacrolimus, dan cyclosporin.

3. Obat antivirus

Pada beberapa kondisi misalnya hepatitis B atau hepatitis C kronis, dokter bisa memberikan obat antivirus, seperti entecavir, ribavirin, atau tenofovir. Obat-obatan itu bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan virus dengan mekanisme yang berbeda-beda.

4. Obat cacing hati

Pada penderita hepatitis yang disebabkan oleh cacing hati, pemberian obat-obatan disesuaikan dengan jenis cacing menginfeksi hati. Obat-obatan tersebut meliputi: praziquantel atau albendazole, untuk clonorchiasis dan triclablendazole dan possibly nitazoxanide, untuk fascioliasis.

5. Transplantasi hati

Jika hepatitis sudah menyebabkan kerusakan hati yang berat, dokter akan merekomendasikan tindakan transplantasi hati. Lewat prosedur ini maka organ hati pasien yang rusak akan diganti dengan organ hati yang sehat dari pendonor. 

Selain penanganan yang telah disebutkan, penderita hepatitis akibat penggunaan obat-obatan tertentu perlu menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut.

Pencegahan Terhadap Hepatitis

Cara mencegah terjangkit virus hepatitis adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dapat dilakukan dengan beberapa langkah yakni:

  • Rutin cuci tangan dengan sabun
  • Pastikan makanan dalam keadaan bersih dan matang
  • Tidak bergantian alat makan dengan orang lain
  • Hindari kontak dengan orang sakit
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • Kurangi mobilitas
  • Gunakan masker
  • Jaga jarak dengan orang lain
  • Hindari keramaian atau kerumunan
  • Pemberian vaksin hepatitis
  • Pakai kondom saat berhubungan seks
  • Hindari berbagi jarum suntik
  • Mencegah penularan hepatitis lewat transfusi darah
  • Hindari berenang sebagai pencegahan hepatitis misterius

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More