Suara.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta menemukan pengunjung mal di ibukota terbagi menjadi tiga golongan sejak pandemi Covid-19.
Perbedaan golongan tersebut erat kaitannya dengan kondisi paparan penularan virus corona juga status PPKM di Jakarta.
"Saya coba membedah bagaimana profil pengunjung di ritel DKI itu terbagi tiga. Satu kita sebut golongan yang berani ke pusat belanja, jadi mereka tidak takut," kata Ketua Umum DPP APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat ditemui di Jakarta, Rabu (3/8/2022).
Ellen mengungkapkan, pengunjung mal golongan satu itu paling banyak ditemukan daerah Jakarta Selatan (Jaksel).
Terutama sampai sudah ada pembagian daerah kalau mall di selatan besok pengunjungnya berani super berani.
"Mungkin boleh dikatakan daerah lain ada tapi tidak sesignifikan di daerah selatan. Intinya dari data, mal-mal di selatan trefiknya lebih cepat naik dibandingkan mal-mal daerah lain," ucap Ellen.
Golongan kedua disebut pengunjung yang masih ragu-ragu untuk datang ke mal apabila ada sesuatu yang ramai terkait Covid-19. Golongan ketiga, sebagai orang yang sama sekali enggan pergi ke pusat perbelanjaan karena alasan belum divaksinasi atau pun lainnya.
Dibandingkan mal di daerah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat, trefik kenaikan jumlah pengunjungnya lebih lambat. Menurut Ellen, hal itu juga tergantung dengan lokasi pusat perbelanjaan tersebut.
Mal yang berada di area perkantoran umumnya lebih sepi terutama saat pekerja masih bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Baca Juga: Ketua Baitul Mal Aceh Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Duafa
"Biasanya kan mereka mengandalkan bisnis meeting atau ketemu, dengan adanya zoom meeting jadi nggak perlu ketemu. Itu pengaruhnya juga besar sekali. Kalau yang letaknya di sekitar perkantoran, pada saat work from home, mereka babak belur. Sehingga kalau ke mal hari biasa kok sepi, biasanya kan karyawan makan," ujarnya.
Oleh sebab itu, pelaku ritel di pusat perbelanjaan akan fokus lakukan promosi untuk menggaet pengunjung yang masih dalam golongan dua dan tiga untuk berani berkunjung ke mal.
"Kami sudah meminta para pengelola juga mulai lakukan inovasi untuk kegiatan yang bisa dilakukan selama pandemi. Seperti 2021, kita mal banyak lakukan dekorasi sehingga banyak pengunjung datang foto-foto," kata Ellen.
Berita Terkait
-
DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat
-
Bantah Sengaja Lawan Arus, Kadispenad Sebut Mobil Dinas TNI Berpelat 1-45 Terjebak Macet
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota
-
Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!