Suara.com - Orangtua dengan anak balita yang sempat tertunda mendapatkan imunisasi dasar lengkap diminta untuk melakukan imunisasi kejar melalui program pemerintah Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).
Kementerian Kesehatan RI mencatat, lebih dari 1,7 juta bayi tertunda mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama dua tahun pandemi Covid-19.
Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Profesor Hartono Gunardi menyampaikan, orangtua bisa mengecek di buku Kesehatan lbu dan Anak atau KIA, mengenai status imunisasi dasar anak.
"Atau istilah populernya adalah buku pink, buku yang warnanya pink. Lihat di buku pink jadwalnya anak umur berapa. Misalnya, umur 9 bulan sudah lengkap kah."
"Harusnya 9 bulan sudah mendapatkan pentavalen tiga kali, polio 4 kali, BCG satu kali. Kemudian yang terakhir MR itu harusnya sudah diberikan," jelas Profesor Hartono dalam siaran Instagram IDAI, Senin (8/8/2022).
Tetapi, apabila ketiga jenis vaksin tersebut ada yang belum didapat atau jumlah dosisnya kurang, maka orang tua perlu lakukan imunisasi kejar untuk anak.
"Seandainya umur 9 bulan dia ketinggalan pentavalen, itu vaksin DPT, baru dua kali harusnya tiga kali."
"Polio juga baru tiga kali, belum empat kali dan polio itu ada dua macam, ada yang diteteskan ke mulut ada yang polio disuntik, itu juga belum dapat jadi perlu dikejar," jelasnya.
Sementara untuk imunisasi MR, berdasarkan program BIAN, setiap anak perlu mendapatkan dosis tambahan vaksin tersebut walaupun sebelumnya sudah pernah disuntik.
Baca Juga: Menkes Hadiri Kick Off Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap II Jawa-Bali
Kemenkes menentukan, tambahan vaksin MR di seluruh provinsi di pulau Jawa, kecuali DIY Yogyakarta, diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai 5 tahun.
Sementara seluruh provinsi di luar Jawa-Bali, tambahan vaksin MR diberikan untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Provinsi DIY Yogyakarta dan Bali tidak diadakan pemberian vaksin MR tambahan karena dinilai cakupan imunisasinya sudah tinggi.
Selanjutnya, perbedaan jenjang usia pemberian vaksin tambahan itu juga disesuaikan dengan tingkat risiko penyakit. Saat lakukan imunisasi kejar dan imunisasi tambahan, Profesor Hartono menyampaikan bahwa vaksin bisa diberikan sekaligus.
"Itu yang disebut imunisasi ganda. Artinya, pemberian vaksin lebih dari satu. Jadi, misalnya dia dapat pentavalen suntikan kemudian dapat suntikan IPV dan tetesan vaksin polio," jelasnya.
Walaupun diberikan berbarengan, Profesor Hartono menegaskan bahwa imunisasi kejar aman dilakukan, juga tidak akan menambah efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)
"Kita tahu bahwa vaksin ada efek samping, tapi dengan pemberian vaksin dua atau lebih itu tidak menambah angka kejadian efek samping. Bahkan di beberapa negara biasa diberikan empat atau lima suntikan sekaligus."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien