Suara.com - Seorang ahli medis telah mengungkapkan tanda-tanda yang harus diwaspadai bahwa orang yang dicintai sedang sekarat. Ia mengklaim bahwa tanda tersebut kadang-kadang dapat terlihat beberapa bulan sebelumnya.
Dokter Carol DeSarkissian meninjau daftar kemungkinan indikator WebMD bahwa orang yang sakit parah sedang sekarat, termasuk hal-hal sederhana seperti orang yang tidur atau lebih banyak tidur.
Tanda-tanda peringatan dini lainnya termasuk makan/minum lebih sedikit dan kurang bicara. Dalam kasus tragis anak-anak yang sakit parah, kebalikannya bisa terjadi, dengan anak-anak menjadi lebih cerewet saat kondisinya memburuk.
Pasien juga dapat mengalami lebih banyak rasa sakit serta perubahan tekanan darah, laju pernapasan, dan detak jantung.
Tanda lainnya termasuk perubahan warna area kulit tertentu di sekitar lutut, tangan, dan kaki. Penurunan suhu dan kesulitan bernapas juga bisa menjadi indikator
Terlepas dari gejalanya, para ahli perawatan paliatif menyarankan bahwa hadir dengan orang yang Anda cintai itu penting.
Banyak pasien cenderung merasa terhibur dengan kehadiran teman atau keluarga, meskipun mereka tidak dapat mengungkapkannya.
Saran dari Marie Curie salah satunya bahwa, mereka mungkin tidak merespons ketika orang berbicara atau menyentuh mereka.
"Bahkan jika seseorang tidak menanggapi Anda, mereka mungkin masih bisa merasakan atau mendengar Anda dan merasa terhibur dengan kehadiran Anda."
Baca Juga: Kabar Duka, Presiden Riau Merdeka Tabrani Rab Meninggal Dunia
Badan amal perawatan juga menyarankan keluarga untuk "melakukan apa yang terasa benar untuk Anda" ketika harus mengucapkan selamat tinggal.
"Beberapa orang menjadi lebih buruk lebih cepat dari yang diharapkan. Jadi jika ada sesuatu yang ingin Anda katakan kepada anggota keluarga atau teman Anda, penting untuk mengatakannya.
"Anda mungkin ingin meminta keluarga atau teman lain untuk mengunjungi atau mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang Anda cintai. Atau Anda mungkin ingin mengatur kunjungan pemimpin agama atau spiritual.
"Tidak semua orang ingin melakukan ini – dan tidak apa-apa juga. Beberapa orang mungkin perlu waktu untuk beristirahat di antara pengunjung dan mungkin mendapati sekelompok besar orang kewalahan. Yang lain mungkin merasa nyaman memiliki orang-orang di sekitar."
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia