Suara.com - Indonesia telah mengonfirmasi satu kasus cacar monyet beberapa waktu lalu. Temuan ini membuat kekhawatiran masyarakat meningkat.
Seperti diketahui, penyakit infeksi yang pertama kali ditemukan pada manusia di Afrika pada tahun 1970 ini disebabkan oleh virus monkeypox, yang masih satu keluarga dengan virus variola yang menyebabkan penyakit cacar dan virus vaccinia yang dipakai dalam vaksin cacar.
“Monkeypox awalnya ditularkan ke manusia melalui hewan sejenis monyet, tikus, hamster, dan tupai yang berasal dari Afrika,” ujar Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, dr. Johan Indra, dalam keterangannya, Selasa, (30/8/2022).
Ia menjelaskan, bahwa penyakit ini menular melalui cairan tubuh, misalnya melalui kontak dengan luka, gigitan, atau dengan memakan daging hewan yang dimasak dengan tidak benar. Namun, penyakit ini juga menular dari manusia ke manusia, dengan berbagai cara penularan.
“Kontak langsung seperti bersentuhan dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, misalnya cairan luka, juga melalui droplet (percikan air liur) yang mirip dengan cara penularan covid19. Dapat juga tertular melalui kontak tidak langsung seperti menggunakan atau bersentuhan dengan barang yang terkontaminasi virus,” ungkap dr. Johan.
“Virus ini juga dapat menular dari ibu ke janin yang dikandung melalui plasenta,” tambahnya.
Gejala cacar monyet mirip dengan cacar namun lebih ringan, berupa sakit kepala, demam, nyeri otot, lemah, lesu, letih, serta timbul benjolan di leher, ketiak, dan di lipat paha yang terjadi karena pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi itu muncul antara 5-21 hari setelah penderita terpapar virus.
“Gejala awal ini bisa disertai atau diikuti dengan gejala pada kulit berupa ruam, yang diawali dengan bintik atau bercak merah, kemudian mengalami penonjolan yang disebut papula. Lalu, tonjolan ini berisi cairan jernih seperti lepuh yang berangsur-angsur menjadi keruh karena berisi nanah yang kemudian akan pecah dan menjadi keropeng atau krusta,” jelas dr. Johan.
Sejak awal gejala timbul hingga gejala pada kulit sembuh dan keropeng hilang, membutuhkan waktu tiga hingga empat minggu. Selama gejala belum sembuh dan masih terdapat keropeng, penderita cacar monyet dapat menularkan virus ke orang lain.
Baca Juga: Pengelola Pusat Perbelanjaan akan Terapkan Aturan Antisipasi Cacar Monyet
Dokter Johan menekankan, orang yang memiliki gejala seperti monkeypox harus segera diperiksa di fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan penyakitnya. Sebab, diagnosis monkeypox ditentukan melalui penemuan virus dari pemeriksaan sampel.
“Sampel diambil dari ruam kulit penderita, lalu dilakukan pemeriksaan PCR untuk menemukan materi genetik virus Monkeypox. Jika diagnosis monkeypox terkonfirmasi maka penderita harus diisolasi, bisa secara mandiri atau di rumah sakit, bergantung pada keparahan penyakit, kerentanan, dan kemampuan,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini