Suara.com - Seorang pria yang berstatus mahasiswa membagikan kisahnya berjuang mengatasi varikokel melalui unggahan TikTok. Ia memberikan edukasi mengenai varikokel, gejala awal hingga pengobatan yang dijalaninya.
Mulanya, pria itu mengaku sudah merasakan gejala varikokel sejak SMP. Saat itu, testisnya lebih terasa besar sebelah. Tetapi, ibunya mengatakan bahwa hal itu normal terjadi dan akan hilang ketika dewasa.
Faktanya, kondisi itu tak kunjung hilang ketika dewasa dan semakin bertambah sakit karena tidak ada upaya pengobatan. Sampai akhirnya, ia baru tahu itu varikokel ketika sudah duduk di bangku SMA.
"Justru nggak bakal ilang kalau nggak disembuhin dan malah justru makin parah, sakit dan pegal kalau gua kecapekan," kata pria tersebut dalam video TikTok-nya.
Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah vena di dalam skrotum alias buah zakar yang melapisi testis. Vena bertugas membawa darah dari sel dan jaringan kembali ke jantung.
Varikokel yang bisa menjadi penyebab masalah kesuburan ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua buah zakar, meskipun jarang terjadi.
Tetapi dilansir dari Hello Sehat, varikokel yang mungkin memicu masalah kesuburan biasanya terjadi di sisi kiri karena vena di area itu lebih sering mendapat tekanan besar.
Sebenarnya, varikokel tidak menyebabkan kemandulan atau ketidaksuburan secara langsung. Penelitian dalam jurnal North American Journal of Medical Sciences, yang mengumpulkan sampel dari 816 pria tidak subur menemukan kurang dari sepertiganya yang memiliki varikokel.
Tetapi, pria yang menderita varikokel memang lebih berisiko tinggi mengalami amsalah kesuburan. Karena, keberadaan varikokel bisa menghalangi tubuh Anda dalam memproduksi hingga menyimpan sperma.
Baca Juga: Pemerintah RI Rampungkan Pemeriksaan 41 Sampel Suspek Cacar Monyet
Oleh sebab itulah, varikokel dianggap menjadi penyebab utama pria mandul. Terlebih, kesuburan pria dipengaruhi oleh kualitas sperma yang diproduksi oleh testis.
Artinya, keberadaan sperma sangat penting untuk menentukan seorang pria subur atau tidak. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa aliran darah dari jantung ke panis ketika pria mendapatkan rangsangan seksual akan menciptakan ereksi.
Pada saat bersamaan, buah zakar tertarik ke dalam tubuh untuk mempersiapkan air mani. Adanya pembengkakan pembuluh darah vena akibat varikokel mungkin juga mengganggu kesuburan.
Karena, kondisi ini menyebabkan katup pembuluh vena tidak bisa berfungsi optimal untuk mengembalikan darah ke jantung. Darah yang terjebak di area intim ini semakin lama akan meningkatkan suhu di sekitar testis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026