Suara.com - Laporan kematian Covid-19 di seluruh dunia telah meningkat sebesar 35 persen selama empat minggu terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa faktor risiko akan meningkat ketika cuaca dingin mendekat.
Dalam seminggu terakhir saja, 15.000 orang meninggal karena Covid-19 secara global, menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
“Kita semua lelah dengan virus ini dan bosan dengan pandemi. Tetapi virus tidak membuat kita bosan,” kata Tedros, berbicara dalam konferensi pers Rabu.
“Dengan cuaca yang lebih dingin mendekat di belahan bumi utara dan orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, risiko penularan yang lebih intens dan rawat inap hanya akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang.”
Tedros mengatakan gambaran global menggambarkan kisah suram tentang masa depan Covid-19.
“Ada banyak pembicaraan tentang belajar hidup dengan virus ini, tetapi kita tidak bisa hidup dengan 15.000 kematian seminggu. Kami tidak bisa hidup dengan meningkatnya rawat inap dan kematian,” katanya.
“Kita tidak bisa hidup dengan akses yang tidak adil ke vaksin dan alat lainnya. Belajar hidup dengan Covid-19 tidak berarti kita berpura-pura tidak ada. Itu berarti kita menggunakan alat yang kita miliki untuk melindungi diri kita sendiri dan melindungi orang lain.”
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 460.000 kasus Covid-19 dikonfirmasi di seluruh dunia, menurut dasbor WHO. Subvarian BA.5 Omicron tetap menjadi varian dominan, tambah Tedros, tetapi banyak negara belum mengirimkan pengurutan genom kasus mereka dengan keteraturan yang sama seperti dulu.
Menurut Tedros, jumlah sekuens yang dibagikan per minggu telah turun 90 persen sejak awal tahun — dan jumlah negara yang berbagi sekuens telah turun 75 persen. Ini, katanya, membuat “jauh lebih sulit” untuk memahami bagaimana virus “mungkin berubah.”
Baca Juga: Hati-hati! Long Covid-19 Bisa Picu Risiko Masalah Jantung
Dan sementara Covid-19 tetap ada di Kanada dan secara global, Tedros mengingatkan dunia bahwa “tidak ada dari kita yang tidak berdaya.”
"Silakan divaksinasi jika tidak, dan jika Anda membutuhkan booster, dapatkan satu," katanya.
“Pakai masker saat tidak bisa jaga jarak. Dan cobalah untuk menghindari keramaian, terutama di dalam ruangan.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan