Suara.com - Riwayat penyakit Ratu Elizabeth II yang meninggal hari ini serta mengatasi stunting dengan telur dan ikan menjadi berita terpopuler kesehatan hari ini, Jumat (9/9/2022).
Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com, berikut ini.
1. Riwayat Penyakit Ratu Elizabeth II: Pernah Patah Tangan karena Berkuda, Sempat Positif Covid-19
Ratu Elizabeth II diketahui mengalami penurunan kesehatan dalam setahun terakhir. Simak riwayat penyakit Ratu Elizabeth II sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022) waktu setempat di Istana Balmoral, Skotlandia.
"Sang Ratu telah wafat dengan tenang di Balmoral pada malam ini," demikian diumumkan Kerajaan Inggris lewat akun media sosialnya.
2. Meninggal di Usia 96 Tahun, Ini 5 Alasan Umur Panjang Ratu Elizabeth II: Makan dan Olahraga Secukupnya
Ratu Elizabeth II meninggal dengan tenang di rumahnya di Kastil Balmoral, Skotlandia pada hari Kamis (8/9/2022). Wafat di usia 96 tahun dan menjadi pemimpin terlama yang memimpin Kerajaaan Inggris, banyak orang memuji kesehatan Ratu Elizabeth II di saat terakhirnya.
Dikatakan, Ratu Elizabeth II merupakan gambaran kesehatan yang baik untuk waktu yang lama. Laporan Express memuji "kemampuannya untuk tampil begitu tenang, dan kuat setelah masa-masa sulit" yang memungkinkannya menjalankan tugas kerajaannya selama 70 tahun.
Baca Juga: Timeline Perjalanan Cinta Raja Charles III dengan Permaisuri Camilla
3. Menuju Indonesia Bebas Stunting, Bisakah Gerakan Makan Telur dan Ikan Setiap Hari Jadi Solusi?
Pemerintah Indonesia punya target ambisius menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada tahun 2024 atau di bawah standar dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Namun, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menunjukkan bahwa angka prevalensi anak stunting di seluruh wilayah Indonesia masih berada di 24,4 persen atau sekitar 5,33 juta balita.
Prevalensi stunting dalam SSGI 2021 tadi memang terbilang menurun 6,4 persen dari 30,8 persen pada 2018. Namun, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, menyebut bahwa ada tantangan besar untuk menurunkan target di tahun 2024 itu.
4. Rekam Medis Elektronik Wajib Ada di Puskesmas Hingga Rumah Sakit, Apa Saja Manfaatnya?
Berita Terkait
-
Profil Pangeran Andrew, Gelar Pangerannya Dicabut Raja Charles III
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Harta Karun Tersembunyi Assad: Potret Ratu Elizabeth II Ditemukan di Istana yang Dikuasai Pemberontak
-
Donald Trump Pernah Bikin Ratu Elizabeth II Marah Besar Gara-gara Hal Ini
-
Sodara Tiri Bongkar Tabiat Meghan Markle Terhadap Keluarga, Minta Segera Insyaf Sebeum Terlambat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?