Suara.com - Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 Kementerian Kesehatan pada 2021 tercatat prevalensi stunting di Indonesia masih sebanyak 24,4 persen.
Jumlah itu masih berada di atas batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 20 persen. Juga masih jauh dari target Presiden Joko Widodo yang meminta stunting turun hingga di bawah 14 persen.
Stunting merupakan kondisi ketika balita memiliki tinggi badan di bawah rata-rata juga kecerdasannya kurang akibat asupan gizi yang didapatkan dalam waktu panjang tidak sesuai dengan kebutuhannya.
Untuk mencegah bertambahnya jumlah anak yang stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng platform aplikasi Teman Bumil khusus untuk bidan yang akan mendampingi para ibu hamil.
Langkah itu dilakukan, karena stunting sebenarnya bisa dicegah sejak anak masih dalam kandungan. Caranya dengan memastikan gizi ibu hamil selalu tercukupi. Sehingga janin juga mendapatkan asupan untuk tjmbuh dan berkembang.
Bersama Dexa Group dan Argon Group juga, diluncurkan program Pendampingan Bidan Pendamping Keluarga pada Seribu Hari Pertama Kehidupan.
Sebanyak 1.000 bidan mendapatkan edukasi dan intervensi stunting di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kita akan melanjutkan ke kota-kota lain yang tentunya masih sangat membutuhkan program-program yang sangat intensif untuk menurunkan angka stunting,” kata Presiden Direktur Dexa Medica Hery Sutanto.
Bidan dianggap memang memiliki peranan sangat krusial dalam penurunan angka stunting. Karena mereka menjadi tenaga medis yang biasanya paling dekat dengan ibu hamil hingga anaknya mencapai usia lima tahun.
Baca Juga: Tekan Angka Stunting di DIY di Bawah 17 Persen, 1.000 Bidan Intervensi Ibu dan Anak
Dikatakan Chief Strategy Officer Teman Bumil Ruth Retno Dewi bahwa aplikasi Teman Bumil telah menjadi teman setia hampir 3,5 juta ibu di Indonesia sejak tahun 2017 dengan memfasilitasi para bidan agar mudah memberikan edukasi seputar pencegahan stunting.
“Beragam fitur telah tersedia di aplikasi Teman Bumil, antara lain rekam medis untuk janin dan anak, Checklist kondisi Mums dan janin, hadwal vaksin, milestone untuk pantau perkembangan anak, media dan artikel, serta fitur menarik lainnya yang akan dirilis dalam waktu dekat,” kata Ruth.
Menurutnya, dengan menggunakan Teman Bumil bisa membanti ibu hamil selangkah lebih dekat dengan bidan untuk konsultasi tentang kehamilan maupun tumbuh kembang anak.
Berita Terkait
-
Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang
-
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting
-
Mudik Jadi Aman, Ini Daftar Lokasi Posko Layanan Keluarga BKKBN di Jalur Mudik Lebaran 2026!
-
Mudik Lebaran 2026, BKKBN Siapkan Posko Konsultasi Keluarga di 31 Provinsi
-
Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem