Suara.com - Kepadatan tulang adalah hal yang harus dijaga untuk mencegah osteoporosis. Untuk mencegah penyakit satu ini, seseorang biasanya harus menjaga nutrisi yang dikonsumsinya serta melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Meski demikian, osteoporosis merupakan silent disease. Artinya, kondisi ini bisa saja dialami seseorang tanpa mengetahui jika dirinya mengalami osteoporosis. Untuk itu penting melakukan pengecekan kepadatan tulang.
Sementara itu, ketika seseorang sudah mengalami osteoporosis, orang tersebut juga penting menjaga tulangnya agar penyakitnya tidak terlalu parah. Cara menjaga kesehatan tulang meski sudah memiliki osteoporosis yaitu dengan melakukan olahraga ringan.
Dokter Spesialis Olahraga, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, mengatakan, jika penderita osteoporosis melakukan olahraga terlalu berat itu akan berisiko bagi kesehatan tulangnya. Hal ini karena tulang dari orang tersebut mulai mengalami pengeroposan.
“Olahraga yang berbahaya adalah olahraga yang terlalu memaksakan diri atau overused injury artinya olahraga yang melibatkan loncat-loncat. Kan kalau osteoporosis tuh tujuannya supaya tidak terjadi fraktur atau patah ya kan, Jadi jangan melakukan olahraga yang risikonya tinggi,” ucap Dokter Andi saat diwawancarai, Minggu (23/10/2022).
Di samping itu, para penderita osteoporosis tetap bisa melakukan olahraga ringan. Dokter Andi menuturkan, berikut beberapa olahraga yang dapat dilakukan para penderita osteoporosis.
1. Senam osteoporosis
Melakukan senam osteoporosis dapat mencegah tulang agar tidak mengalami pengeroposan yang memperparah keadaan. Senam osteoporosis juga membantu penderita melakukan kardio, latihan keseimbangan, dan otot di dalam tubuh.
2. Latihan kekuatan otot
Baca Juga: Ini Alasan Olahraga Bersepeda Baik Bagi Orang Dengan Obesitas
Dokter Andi menjelaskan, otot juga penting dilatih untuk mencegah osteoporosis semakin parah. Untuk otot-otot yang penting dilatih karena rawan osteoporosis yaitu pergelangan tangan, panggul, dan otot-otot bagian tulang belakang.
“Otot yang dilatih itu otot di sekitar terkena osteoporosis yaitu di pergelangan tangan panggul dan tulang belakang. Makannya otot-otot pergelangan tangan, otot-otot sekitar panggul, otot otot tulang belakang harus kuat,” jelas Dokter Andi.
3. Latihan keseimbangan.
Berdasarkan keterangan Dokter Andi mengatakan, melakukan latihan keseimbangan akan mencegah seseorang terjatuh. Dengan begitu orang tersebut akan terhindari osteoporosisnya bertambah buruk.
“Terus latihan keseimbangan atau balance karena keseimbangan penting banget mencegah terjadinya jatoh. Orang kalau punya keseimbangannya bagus tidak mudah jatuh orang yang keseimbangannya jelek mudah jatuh jadi ada latihan keseimbangan,” ujar Dokter Andi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026