Suara.com - Baru-baru ini, muncul tren video baru dalam aplikasi Tiktok. Bukan mengenai gaya busana atau kecantikan, tren ini justru membahas pengalaman warganet memiliki almond mom seperti Gigi Hadid.
Melansir situs Today, tagar #AlmondMom terus bermunculan dan diyakini muncul usai potongan video antara Yolanda Hadid dan Gigi Hadid beredar. Video yang berasal pada tahun 2014 tersebut merekam pembicaraan Gigi bersama sang ibu kala dirinya merasa lemas lantaran kelaparan.
Ia menjelaskan bila dirinya merasa sangat lemah lantaran baru memakan setengah almond. Alih-alih meminta anaknya untuk segera makan, tanggapan Yolanda justru menuai kontroversi.
"Makanlah lagi almond dan kunyah dengan benar," perintah sang ibu yang langsung diikuti oleh Gigi.
Dari sinilah istilah almond mom berasal. Istilah ini juga menekankan penggambaran sosok ibu yang memiliki obsesi terhadap berat badan anaknya.
Menurut dokter anak dan ahli obesitas dr. Karla Lester, tindakan almond mom tersebut sebenarnya tidak baik bagi anak.
"Fenomena almond mom berakar pada fobia lemak. Dia memproyeksikan ketakutannya sendiri pada anak-anaknya dan dengan hal tersebut ia meminta anaknya terbebani agar terus berada dalam berat yang bisa diterima," ungkapnya.
Hal ini sejalan dengan pendapat pakar parenting dan perkembangan remaja, Dr. Deborah Gilboa. Ia menjelaskan bila bentuk tubuh merupakan cerminan karakter dan motivasi untuk menjadi sehat.
"Banyak orang tua mengambil ide tersebut berlebihan dan merasa bahwa bentuk tubuh anak mereka merupakan cerminan gaya parenting merek. Itu tidak benar," tuturnya.
Baca Juga: Kunjungi Museum Seni Islam di Qatar, Bella Hadid Padukan Baju Terbuka dan Scarf di Kepala
Ia menambahkan bila kesadaran anak untuk makan makanan sehat seharusnya dimulai dengan cara yang baik. Bisa dengan berhenti melabeli makanan sebagai sesuatu yang jahat dan baik. Sebaliknya, bicarakan makanan sebagai bahan bakar tubuh.
Pun bila anak berusia 12 tahun ke bawah berat badannya bertambah, ada baiknya untuk mengubah stok makanan di rumah alih-alih menyebut soal bentuk tubuh. Setidaknya ada 5 hal yang telah terbukti meningkatkan kebugaran dan nutrisi anak untuk dilakukan yakni:
- Makan sarapan setiap hari
- Pesan makanan cepat saji maksimal satu kali dalam seminggu
- Bergerak 60 menit sehari
- Screen time untuk hiburan maksimal 2 jam per hari
- Minum minuman manis maksimal 177 mili per hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi