Suara.com - Kejadian luar biasa (KLB) polio di Aceh sudah diprediksi akan terjadi. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K)., mengatakan bahwa kejadian itu terjadi akibat menurunnya cakupan vaksinasi rutin anak-anak selama pandemi Covid-19.
"Sebetulnya ini sesuai dengan prediksi bahwa ketika cakupan imunisasi menurun, maka penyakitnya akan semakin menular," kata dokter Piprim usai acara Pekan Ilmiah Tahunan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) di Hotel Shangrila, Jakarta, Minggu (20/11/2022).
Walaupun Kementerian Kesehatan telah lakuan program Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) sejak Mei 2022 menurut dokter Piprim program tersebut gagal. BIAN itu dimaksudkan untuk mengejar cakupan imunisasi wajib anak yang sempat terhambat selama dua tahun pandemi Covid-19.
Dokter Piprim melihat masih banyak juga masyarakat yang belum paham bahwa penyakit polio berbahaya. Sehingga enggan untuk membawa anaknya imunisasi.
"Ini siklusnya, kalau imunisasi tinggi, penyakit berbahaya gak ada. Masyarakat itu gak percaya vaksin bisa cegah penyakit itu," imbuhnya.
Efek samping vaksin juga status kehalalannya masih jadi persoalan bagi masyarakat. Itu sebabnya, dokter Piprim meminta pihak lain, termasuk pemuka agama juga ikut aktif mengajak masyarakat agar mau membawa anaknya imunisasi.
Ia memberikan contoh apa yang oernah terjadi di Nigeria pada 2003, ketika itu majelis ulama di sana mengharamkan pemberian polio tetes karena diisukan ada campuran virus HIV. Pelarangan itu terjadi sampai setahun.
Akibatnya, pada 2004-2005 wabah polio terjadi di 20 negara di Asia dan Afrika. Juga terjadi banyak kelumpuhan, termasuk di Indonesia.
"Dalam sepanjang pengetahuan kami, gak semua daerah cakupan (imunisasi) rendah. Tapi Aceh, Sumbar, dan Riau, itu alasannya harus halal baru mau. Ini memang IDAI gak bisa, wewenang di MUI atau pemda. Tapi fokus IDAI, bagaimana tahu betul bahaya penyakit sehingga konsen dengan vaksinasi. Kalau gak kenal penyakitnya, seberapa bahaya, maka akan anggap sepele," tuturnya.
Baca Juga: Kemenkes Tetapkan KLB Polio di Indonesia Padahal Cuma Temukan 1 Kasus, Emangnya Semenakutkan Itukah?
"Jadi saya kira harus kerja sama lintas sektor dari Pemda dan majelis ulamanya untuk mengedukasi masyarakat," pungkas dokter Piprim.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa