Suara.com - Siapa yang tidak menyukai mi instan? Makanan satu ini sangat digemari oleh banyak orang, termasuk para ibu hamil. Yuk Tanya Dokter untuk mengetahui apakah ibu hamil boleh makan mi instan?
Kandungan-kandungan yang terdapat pada mi instan dinilai dapat membahayakan kehamilan jika dikonsumsi. Menanggapi hal tersebut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Keven Tali, Sp.OG mengatakan, mi instan pada dasarnya tidak berbahaya selama ibu hamil mengonsumsi makanan lainnya.
Menurut dr. Keven, mi instan akan berbahaya jika ibu hamil mengonsumsi mi instan dalam jumlah banyak, tetapi tidak mengonsumsi makanan lainnya.
“Mi instan tidak ada larangan, tetapi para ibu hamil disarankan tidak konsumsinya dalam jumlah banyak tanpa makan yang lainnya,” ungkap dr. Keven dikutip Suara.com dari kanal Youtube Dokter Keven.
Lantas bagaimana sih aturan yang benar mengenai mi instan dan ibu hamil? Simak ulasannya berikut!
Boleh enggak sih ibu hamil makan mi instan?
Untuk ibu hamil yang ingin makan mi instan boleh saja, jadi tidak ada larangan sebenarnya. Namun, harus ada rambu-rambu yang harus dituruti. Jadi mi instan bahan dasarnya yang paling banyak adalah tepung terigu yang mengandung karbohidrat bagi tubuh. Karbohidrat diperlukan juga bagi para ibu hamil supaya menghasilkan tenaga, jadi mi instan bagus.
Namun, terdapat kandungan lainnya seperti bahan pengawet, perasa, pewarna. Oleh karena itu, para ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi mi instan saja dalam jumlah yang banyak tanpa makan makanan lainnya.
Apa saja yang harus diperhatikan saat makan mi instan?
Baca Juga: Tanya Dokter: Dok, Bagaimana Membedakan Serangan Jantung dan Asam Lambung?
Kandungan lain yang berada di dalam mi instan yaitu sodium atau garam. Jadi kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat memicu terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi saat para ibu sedang hamil. Selain hipertensi ada juga komplikasi lainnya misalnya sindrom metabolik, yaitu kumpulan beberapa gejala seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, kadar gula darah meningkat, dan juga trigliserida meningkat.
Berapa kali ibu hamil boleh makan mi instan?
Yang penting adalah makanan yang dikonsumsi para ibu tidak itu-itu saja. jadi jangan setiap hari mi instan tanpa dicampur dengan bahan lainnya. Karena berdasarkan WHO juga disarankan untuk difortifikasi, yaitu penambahan jumlah nutrisi lain seperti protein, serat dan lainnya.
Tips untuk ibu hamil yang ingin makan mi instan?
Ketika makan mi instan, campur juga dengan makanan lainnya, misal ada telur, daging, sayuran, dan setelahnya konsumsi buah-buahan. Jangan dibiasakan makan satu jenis makanan tertentu dan itu-itu aja. Usahakan makan seberagam mungkin, karena ibu hamil memerlukan nutrisi dari berbagai sumber makanan. Jadi intinya boleh makan mi instan tapi jangan berlebihan.
Berita Terkait
-
Tanya Dokter: Bagaimana Caranya Agar Anak Tidak Stunting, Dok?
-
Tanya Dokter: Kenapa Orang Sering Tak Sadar Alami Gejala Stroke Ya Dok?
-
Tanya Dokter: Nyeri Dada Pasti Tanda Ada Gangguan Jantung, Dok?
-
Tanya Dokter Mata: Bisakah Operasi Lasik Sembuhkan Mata Silinder?
-
Tanya Dokter: Bisakah Manusia Hidup dengan Satu Paru?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini