Suara.com - Pinkan Mambo rupanya memiliki tujuan di balik ucapan kontroversialnya tentang Maia Estianty, Lesty Kejora, hingga Raffi Ahmad. Ia hendak mencari uang dengan sengaja membuat dirinya viral.
"Saya cuma pengin cari duit buat anak-anak saya beli susu," kata Pinkan Mambo ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (1/12/2022).
Pinkan Mambo bahkan mengatur alur dari kehebohannya tersebut. Bermula dari ucapan, menarik perhatian orang hingga ujung-ujungnya mendapat endorse di Instagram. Tapi kini Pinkan Mambo menyadari ide salah.
"Kemarin saya sudah jelek-jelekin artis lain. Saya goblok," ujar penyanyi 42 tahun tersebut.
Namun, penjelasan Pinkan Mambo yang mencari uang dengan cara seperti itu menjadi kontras dengan sesumbarnya memiliki 50 perusahaan. Ia menegaskan kalau dirinya tidak berhalusinasi tentang kekayaan.
"Saya halu tentang artis, tapi saya nggak halu kalau saya orang kaya. Saya benar-benar orang kaya. Terserah orang mau percaya atau nggak," kata Pinkan Mambo.
Istilah halu sering digunakan dalam bahasa gaul sebagai singkatan dari halusinasi. Dikutip dari Klikdokter, orang sedang halusinasi memang cenderung mengarang atau melebih-lebihkan cerita maupun pencapaian yang tidak ada.
Tujuannya kerap kali agar dikasihani orang lain, mendapat simpati, atau sekadar demi eksistensi diri. Tetapi, pada akhirnya, orang yang sering halu justru tak mendapatkan respek dari rekan lainnya. Karena dianggap suka berbohong dan selalu mengarang hal yang bukan sebenarnya.
Menurut psikolog dari KlikDokter, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., orang yang halu memang bisa disebut mengalami masalah mental. Itu biasanya sangat berhubungan dengan masalah kepercayaan diri.
"Bisa saja memang orang yang suka mengarang cerita mengalami masalah mental. Karena kan orang yang suka mengarang cerita tandanya ada masalah kepercayaan dirinya," ujar Ikhsan.
Selain itu, bisa jadi juga mengalami gangguan narsistik. Misalnya, orang halu yang suka melebih-lebihkan cerita, punya tujuan agar dianggap hebat oleh orang lain.
"Ia tidak percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki saat itu. Akhirnya ia mengarang cerita, melebih-lebihkan. Nah, yang kaya gitu masuk ke narsistik. Karena ia tidak menceritakan sesuai apa yang ia miliki," katanya.
Halu bisa tergolong gangguan mental, terutama bila sampai mengganggu orang sekitarnya. Di sisi lain, satu hal yang juga perlu diketahui, orang yang suka mengarang cerita untuk dikasihani bisanya mengalami gangguan borderline personality.
Gangguan itu dikatakan sebagai borderline atau ambang, sebab berada di antara dua kondisi gangguan jiwa, yaitu neurosis (depresi serta kecemasan) dan skizofrenia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari