Suara.com - Virus Marburg salah satu virus berbahaya dan mematikan yang telah memakan banyak korban. Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini serba-serbi virus marburg lengkap dengan gejala, penyebab, dan cara penularannya.
Diketahui, virus Marburg ini ditemukan pertama kali tahun 1967. Menurut WHO, Virus Marburg ini mirip virus Ebola yang telah memakan banyak korban jiwa.
"Virus Marburg merupakan penyakit dengan rasio fatalitas kasus hingga 88% tetapi bisa jauh lebih rendah dengan perawatan pasien yang baik," tutur WHO melalui keterangan resminya (18/7/2021).
Lantas, virus Marburg ini menyerang apa dan apa saja dan apa saja gejalanya? Nah berikuti ini serba-serbi virus Marburg lengkap dengan gejala, penyebab, dan cara penularannya yang dilansir dari berbagai sumber.
Jadi, virus Marburg ini menyerang hewan dan manusia. Adapun pembawa virus ini secara umum yaitu kelelawar buah (codot) dan Monyet dan kelelawar buah (codot), yang kemudian menyebabkan terjadinya penyebaran virus dari hewan ke manusia.
Virus ini membutuhkan sekitar 2-21 hari untuk mulai menunjukkan gejalanya di tubuh manusia. Adapun gejala virus marburg yaitu sebagai berikut.
Gejala Virus Marburg
- Demam
- Tidak enak badan
- Sakit kepala
- Lesu
- Gangguan gastrointestinal seperti diare berair, kram, dan mua. Umumnya ini terjadi sekitar tiga hari usau gejala muncul.
- Ruam pada dada, perut, dan punggung yang berwarna kemerahan dengan benjolan kecil
- Perubahan neurologis seperti kejang, kebingungan, dan delirium.
- Pendarahan parah sekitar 5-7 hari usai gejala mulai terjadi.
- Gagal organ
- Kelainan darah seperti trombosit rendah
- Kelainan ginjal, hati, serta fungsi pembekuan
Penyebab Virus Marburg
Virus marburg ini disebabkan karena terpapar tempat koloni kelelawar Rousettus yang merupakan inang alami dari virus Marburg. Virus ini juga menyebar dari manusia ke manusia yang terinfeksi lewat kontak langsung dengan organ, darah, sekresi, dan cairan tubuh lainnya.
Baca Juga: 5 Virus Mematikan di Dunia yang Perlu Kamu Tahu, Salah Satunya Marburg!
Selain itu, penyebab lainnya virus ini yaitu menyentuh bahan pakaian dan permukaan benda yang terinfeksi. Alat injeksi yang telah terkontaminasi juga bisa menjadi penyebab penularan virus ini.
Proses penularan virus Marburg kesesama manusia ini berbeda dengan proses penularan virus Covid-19. Pasalnya, virus Marburg ini akan menyebar melalui darah atau cairan tubuh pada manusia.
Selain itu, penularan virus ini juga bisa melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan tubuh manusia yang terinfeksi seperti pakaian, tempat tidur, dan benda lainnya.
Demikian ulasan mengenai serba-serbu virus marburg lengkap dengan gejala, penyebab, dan cara penularannya yang penting untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem