Suara.com - Kesehatan aktor senior Ray Sahetapy rupanya sempat terganggu. Pria 66 tahun itu alami kesulitan berjalan sampai harus dipapah.
Tak hanya itu, suara Ray Sahetapy yang biasanya lantang juga terdengar lebih pelan. Saat disinggung soal kesehatannya, Ray Sahetapy mengatakan masih dalam kondisi prima.
"Baik, baik," kata Ray Sahetapy ditemui di Mampang, Jakarta Selatan pada Senin (20/2/2023).
Namun kemudian manajer Ray Sahetapy yang bernama Kania mengatakan kalau penyakit diabetes artinya itu sempat kambuh. Kondisi itu yang akhirnya memengaruhi kaki Ray Sahetapy.
"Sempat kan ada penyakit diabet, ya. Itu ke kakinya," kata Kania.
Tapi seperti kata Ray Sahetapy, Kania menerangkan mantan suami Dewi Yull itu sudah dalam keadaan baik.
Penyakit diabetes memang kerap mengenai kaki. Paling parah, kondisi itu bisa sampai menyebabkan kaki diamputasi.
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, ada dua penyebab diabetes sampai merusak sel kaki, di antaranya:
1. Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
Baca Juga: Waspada, Kasus Diabetes Anak Meningkat Drastis, Begini Gejalanya!
Ketika jaringan saraf di kaki rusak, sensasi rasa sakit menjadi berkurang. Itu sebabnya, kaki dapat terluka atau terpotong tanpa penderita menyadarinya.
2. Mengurangi aliran darah ke kaki
Diabetes juga dapat mempersempit pembuluh arteri, sehingga dapat mengurangi aliran darah ke kaki. Dengan kurangnya darah untuk memberi nutrisi pada jaringan kaki, maka luka menjadi sulit untuk disembuhkan.
Luka kecil yang tersembunyi di bawah kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah. Luka dan infeksi yang terlanjur parah dapat menyebabkan kaki diamputasi.
Pemeriksaan dan perawatan kaki pada penderita kaki diabetes bertujuan untuk mencegah terjadinya luka. Pemeriksaan itu sangat penting untuk mencegah kerusakan syaraf kaki yang bisa mengakibatkan kaki penderita tidak bisa merasakan nyeri sama sekali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital