Suara.com - Bukan hanya masalah kesehatan, rokok juga berdampak pada pencemaran lingkungan. Peneliti Universitas Indonesia (UI), Dr. Al Asyari menemukan satu orang perokok menyumbang 5 ton karbondioksida selama hidupnya, dan sampah puntung rokok filter butuh 100 tahun untuk bisa diurai secara alami.
Penelitian oleh tim UI ini menemukan, puntung rokok tidak hanya menyebabkan pencemaran laut dan tanah, namun juga kebakaran sehingga berdampak terhadap kerugian sosial ekonomi.
Apalagi meski Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, tapi puntung rokok paling banyak ditemukan di pulau Sumatera dengan estimasi berat sampah puntung rokok mencapai 8,5 ton.
Berat puntung rokok ini menyumbang sebanyak 35,49% dari total sampah puntung rokok di Indonesia dengan 42.4 juta batang dikonsumsi selama setahun.
Ditemukan juga sebaran sampah puntung rokok berhubungan dengan sebaran cemaran logam berat yaitu aluminium (Al), besi (Fe), dan seng (Zn).
Cemaran logam berat memiliki dampak bahaya yang serius bagi makhluk hidup baik tanaman, hewan, hingga manusia apabila cemaran logam masuk ke dalam air minum yang dikonsumsi.
"Selama ini dorongan hanya untuk bagaimana perda dilaksanakan tapi jarang evaluasi bagaimana kualitas implementasinya," ungkap Analis Senior Pusat Kajian Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (PKPN BKF), Sarno melalui rilis Indonesian Tobacco Control Research Network atau ITCRN 2022, yang diterima suara.com, Rabu (8/3/2023).
Dari hasil penelitian ini, bisa memberikan rekomendasi penting untuk pengendalian konsumsi rokok di Indonesia. Di samping mendukung pengendalian konsumsi rokok untuk menghindari dampak negatifnya bagi kesehatan dan lingkungan, diperlukan juga suatu waste management system untuk mencegah pencemaran lingkungan dari puntung rokok.
Baca Juga: Alasan Konsumen Tolak Keras Larangan Rokok Batangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran