Suara.com - Pakar autisme dr. Deibby Mamahit mengungkap beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada anak autisme. Hal ini karena makan-makan tersebut dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu perkembangan anak.
Makanan dan pengasuhan orangtua menyumbang 50 persen kesembuhan anak dengan autisme. Ini karena menurut dr. Deibby, anak dengan autisme rentan mengalami peradangan dari pencernaan sehingga makanan yang dikonsumsi harus sangat selektif.
"Jadi pada anak dengan autisme yang lebih ringan, hanya dengan pengasuhan orangtua dan makanan yang tepat bisa membuat sembuh. Sedangkan semua makanan ini bisa meningkatkan peradangan pada anak dengan autisme yang tubuhnya lebih rentan," ujar dr. Deibby kepada suara.com di Jakarta Barat, Sabtu (6/5/2023).
Aautism spectrum disorder (ASD) atau autisme adalah gangguan fungsi otak dan saraf serius dan kompleks yang memengaruhi perilaku dan proses berpikir manusia. Gangguan ini memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, bersoliasisasi, berperilaku, dan belajar.
Berikut ini makanan untuk anak autisme yang sebaiknya dihindari menurut dr. Deibby, perempuan dengan dua anak autis dan sudah mempelajari autisme hingga ke tiga benua di dunia.
1. Hindari Gula Olahan
Maksud dari gula olahan yaitu selain gula alami yang berasal dari alam langsung atau buah-buahan. Ini karena gula pasir, gula merah hingga gula batu bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh dengan cepat, sehingga terlalu banyak kalori yang diserap.
"Jadi makanan yang tidak boleh dimakan dan anak jangan dikasih makan gula. Segala sesuatu yang di luar gula alami seperti buah-buahan jangan dikasih, gula itu meningkatkan peradangan," jelas dr. Deibby.
2. Susu Hewani
Baca Juga: Riset: Kenaikan Jumlah Anak Autis di Indonesia Diduga Terkait Paparan BPA
Dibanding susu nabati yang terbuat dari kedelai atau kacang-kacangan, dr. Deibby mengatakan anak autis sebaiknya menghindari konsumsi susu hewani karena bisa meningkatkan peradangan di perut.
"Khusus untuk anak yang kekebalan tubuhnya kurang, dan anak yang mengalami peradangan otak itu bisa menyebabkan anak juga merasa lebih nggak bisa mengontrol diri sendiri," papar dr. Deibby.
3. Makanan Modifikasi atau GMO
Makanan GMO (Genetically Modified Organism) yaitu sumber pangan yang sudah dimodifikasi kandungan organisme di dalamnya menggunakan teknik rekayasa genetika. Umumnya seperti ayam yang disuntik agar menghasilkan daging lebih banyak atau susu soya agar kandungan protein nabatinya lebih besar dan sebagainya.
"Jadi kalau makanan yang sudah direkayasa genetika. Jadi seperti soya itu sekitar 90 persen mengalami rekayasa genetika. Jadi itu bisa menyebabkan masalah kalau dikonsumsi pada anak-anak yang pencernaanya lebih sensitif," paparnya.
4. Lebih Baik Nasi Dibanding Gandum
Berdasarkan informasi yang dihimpun dr. Deibby hingga ke pedalaman berbagai negara di dunia seputar autisme, disimpulkan anak autis dilarang makan gandum yang juga memicu peradangan.
"Gandum sama sekali tidak boleh karena bisa menyebabkan radang juga. Jadi roti, mie, pasta, pizza. Kalau mau bikin itu, anaknya suka banget ya ganti, jangan pakai gandum tapi pakai tepung yang lain,"
"Tapi nasi masih aman, kalau orangtua mampu maka belilah nasi organik, kalau tidak kita makan nasi (biasa). Tapi kita jangan terlalu banyak," tutup dr. Deibby.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya