Suara.com - Diet menurunkan berat badan bukan hal mudah bagi sejumlah orang. Lantaran harus mengubah pola makan jadi lebih sehat dengan porsi berkurang drastis. Tindakan itu pun kerap kali menimbulkan rasa lapar saat waktu awal diet.
Meski diet bisa saja dilakukan mandiri tanpa bantuan medis, tapi bagi orang tertentu, konsuktasi ke dokter spesialis gizi klinik bisa jadi satu jalan keluar demi target menurunkan berat badan bisa berhasil. Dokter spesialis gizi klinik Slimming Center by Dr. Wong, dr. Nathania, Sp.GK., mengatakan bahwa pola makan juga aktivitas fisik memang jadi kunci keberhasilan menurunkan berat badan.
"Kalau pernah coba diet 800 sampai 1200 (kalori) aja itu udah bikin laper banget. Karena sebenarnya manusia itu untuk sekadar nafas, detak jantung, itu juga butuh membakar kalori," kata dokter Nathania saat konferensi pers kapsul balon dari Allurion di Slimming Center by Klinik Permata Wong di Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Seiring perkembangan teknologi kedokteran, metode diet terbaru masa kini rupanya bisa dilakukan dengan memasukan balon ke dalam lambung. Tujuannya, untuk mengganjal lambung agar tubuh lebih cepat merasa kenyang.
Balon yang dimaksud mulanya berbentuk kapsul yang ditelan secara oral. Kemudian akan mengembang begitu sudah berada di dalam lambung karena dimasukan cairan secara perlahan. Dokter Nathania mengatakan kalau balon tersebut bervolume 550 ml atau setara dengan satu porsi makan nasi padang.
Balon lambung itu terbuat dari bahan polyurethane yang akan menjadi kenyal setelah diisi cairan khusus.
"Tujuannya, agar perut terasa kenyang karena sebagian ruang pencernaan di lambung terisi dengan balon," kata dokter Nathania.
Balon itu akan berada di dalam lambung selama empat bulan. Selama itu pula, pasien akan dipantau oleh dokter gizi terkait asupan makanannya. Lantaran kemungkinan akan menjadi lebih mudah kenyang, dokter Nathania mengatakan kalau makanan tinggi protein akan lebih diutamakan agar pasien tidak kekurangan nutrisi.
Setelah empat bulan, benang pengikat pada balon akan terlepas dan cairan pun keluar dengan sendirinya. Begitu pula bahan balon yang akan terolah dengan sendirinya di saluran cerna. Meski begitu ia memastikan kalau segala bahan tersebut telah aman dikonsumsi.
Baca Juga: Sibuk Tak Jadi Halangan untuk Tetap Sehat, Begini Rahasianya
"Selama empat bulan terpasang balon itu, pasien akan diinterfensi untuk diet rendah kalori. Tapi makannya harus yang sehat, gak boleh gorengan, minuman manis. Makanya pasien tidak akan merasa kelaparan," jelasnya.
Akan tetapi, bila pasien tetap bandel tidak menjaga pola makan juga mengubah gaya hidup sekalipun lambungnya telah diganjal balon tersebut, dokter Nathania memastikan kalau diet bisa jadi tetap gagal.
Karena, bila kebiasaan memaksa tubuh tetap makan padahal sudah merasa kenyang, lambung akan tetap bisa menampung karena sifatnya yang elastis.
"Jadi lambung manusia itu bisa melar. Tidak ada kapasitas pasti berapa banyak dia bisa menampung. Dia itu bagaikan handuk yang dilipat-lipat," ujarnya.
Itu sebabnya, pasien yang sudah memasang balon di lambungnya harus tetap didampingi dokter gizi untuk memastikan pola makannya berubah lebih sehat selama empat bulan pertama.
Berdasarkan studi dari Allurion Technology terhadap 100 ribu pasiennya di dunia diklaim bahwa lebih dari 90 persen orang bisa mempertahankan pola makan juga berat badannya selama setahun setelah memakai balon tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi