Suara.com - Nge-gym setelah cedera mungkin bisa menjadi tantangan besar bagi beberapa orang, terutama bagi mereka yang merupakan seorang atlet profesional atau rekreasional dan pekerja yang membutuhkan kerja fisik dalam menjalankan pekerjaannya.
Jenis orang-orang ini biasanya rentan untuk mengalami cedera yang dapat menghambat aktivitas mereka.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Eka Gym Sports and Exercise Medicine - Eka Hospital BSD, dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, Subsp.ALK (K) mengatakan cedera yang tidak tertangani dengan baik dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam menjalankan aktivitas fisik kembali setelah mengalami cedera.
Tapi ada beberapa pasien yang tetap ingin mempertahankan kondisi bugarnya karena alasan tertentu seperti rutinitas, masalah kesehatan, hingga tuntutan pekerjaan seperti atlet.
“Mereka biasanya akan tetap mencoba berolahraga terlepas dari kondisinya, namun pertanyaannya apakah program latihan yang dilakukan sudah tepat? Terkadang masalah yang timbul adalah terlalu tingginya intensitas (overload) atau terlalu rendahnya intensitas (underload) yang dilakukan, sehingga hal ini dapat menyebabkan masalah baru di kemudian hari,” ucap dr Donny.
Ia menuturkan pusat kebugaran atau gym adalah tempat dimana orang-orang dapat melakukan serangkaian latihan fisik dengan beban dan perlengkapan yang dirancang untuk melatih berbagai anggota tubuh.
Untuk pasien yang mengalami cedera, mungkin akan sulit untuk bisa kembali “normal” dalam melakukan rutinitas fisiknya, namun bukan berarti ini adalah hal yang tidak mungkin.
“Masih sedikit orang yang tahu, tapi masalah terbesar justru dapat muncul ketika mereka menghindari aktivitas fisik dan massa otot akhirnya semakin menurun, kenapa? Karena hal tersebut justru dapat menyebabkan penurunan tingkat kebugaran mereka yang akhirnya dapat meningkatkan risiko untuk bisa cedera kembali,” ungkap dr Donny.
Menurutnya, seseorang yang mempunyai masalah kesehatan khususnya yang mengalami cedera pasti akan mengalami penurunan fungsi tubuhnya. Akan tetapi itu semua masih dapat dilatih di gym rumah sakit atau fasilitas “Medical Fitness” rumah sakit.
Berbeda dengan gym biasa, Medical Fitness tetap dilengkapi dengan alat-alat gym komersil pada umumnya tetapi untuk diagnosis, program dan pengawasan latihan fisik yang dilakukan langsung dengan tenaga kesehatan yang berkompeten dan bukan pelatih kebugaran pada umumnya, sehingga olahraga pasien akan terlaksana dengan aman, optimal, dan “tailor-made” atau personal sesuai kebutuhan pasien.
Medical Fitness rumah sakit akan membantu anda dalam proses pemulihan pasca cedera, seperti:
· Cedera lutut dan panggul
· Cedera punggung
· Cedera pergelangan kaki
· Pasca operasi
Berita Terkait
-
Belum Serahkan LHKPN, Menpora Dito: Sudah Diinput, Besok Selesai
-
Pelajar Padang di "Palak' Pemda Sumbar Kalau Pakai Lapangan Voli, Maidestal Hari Mahesa: Malu Kita
-
Raffi Ahmad Sebut Jeje dan Nagita Orang-Orang Sabar, Netizen: Kok Bangga?
-
Umumkan Pensiun, Berikut 3 Fakta Menarik Mantan Pesepakbola Tom Cleverley
-
Dapat Julukan Tim Sabar, Nagita Slavina dan Jeje Govinda Bakal Main di 'Turnamen Olahraga Selebriti'
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?