Suara.com - Orang tua yang memiliki anak hobi gambar dan ingin belajar animasi perlu mengetahui bahwa kedua aktivitas ini tak hanya menyenangkan, tetapi juga punya banyak manfaat bagi tumbuh kembangnya. Apa saja? Simak artikel ini.
Hampir semua anak senang menggambar meski mulanya tak karuan bentuknya. Namun seiring bertambahnya usia, anak-anak secara bertahap -- apalagi bila dibimbing orangtuanya, mulai bisa menggambar dengan bentuk yang lebih jelas, misalnya gambar orang, bintang, awan, bunga, matahari dan lain sebagainya.
Bila kemampuan menggambarnya terus diasah, anak akan semakin mahir menuangkan ide dan imajinasinya. Tak hanya dalam bentuk gambar sederhana, tapi juga berpotensi ke level yang lebih canggih, yaitu animasi.
Animasi adalah teknik membuat gambar terlihat bergerak dan hidup dalam bentuk grafik komputer. Nah, gambar-gambar yang bergerak ini berasal dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi.
Gambar atau objek tersebut dapat berupa gambar makhluk hidup, benda mati, tulisan dan lainnya.
Manfaat bagi Tumbuh Kembang Anak
Perlu orang tua ketahui, aktivitas menggambar maupun animasi tak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak.
Perlu orang tua ketahui, bahwa belajar menggambar termasuk animasi dapat melatih kecerdasan motorik anak, mendorong analisis visual, media ekspresi anak, meningkatkan memori, membantu membangun konsentrasi dan kemampuan berkomunikasi, melatih kesabaran, bahkan bisa pula mengatasi gangguan mental dan trauma yang dialami anak.
Menyadari begitu banyak manfaat menggambar dan animasi bagi tumbuh kembang anak, tak heran bila semakin banyak bermunculan lembaga pendidikan atau kursus menggambar dan animasi untuk anak-anak.
Dari sekian banyak pilihan tempat belajar menggambar dan animasi tersebut, orang tua masih ada yang bingung untuk menentukan mana yang cocok, terutama keluarga muslim yang ingin menyalurkan hobi seni buah hatinya sesuai syariat.
Baca Juga: DVD Tayo The Little Bus Jelajah Fantasi Hadirkan Tontonan Anak dalam Bentuk Animasi
Menjawab kebutuhan tersebut kini hadir SyariART, wadah edukasi kreatif di bidang gambar dan animasi, yang menjadikan ilmu syariat Islam sebagai landasan. Ada kegiatan kelas seperti mewarnai dan animasi, yang dimentori langsung oleh ilustrator dan animator profesional dan berpengalaman.
“Seni adalah sesuatu yang indah. Jangan sampai keindahan itu membuat diri kita menjadi liar. Koridor syariat kita diperlukan untuk menjaga hakikat keindahan itu," kata Dewan Penasihat SyariART, Ustadz Ibrahim Saleh dalamTalk Show bertajuk “NgeART Bareng SyariART”, beberapa waktu lalu.
Nge-Art Sesuai Syariat
Mengusung kampanye Nge-Art Sesuai Syariat, wadah edukasi kreatif islami yang dinaungi oleh IP Studio Animasi Little Giantz ini yakin bahwa meskipun terdapat batasan dalam membuat sebuah karya seni, kita tetap dapat menghasilkan karya seni yang indah, dan justru bisa lebih mengeksplorasi kreativitas dengan adanya batasan tersebut.
“Dengan adanya aturan-aturan yang berlaku dalam syariat Islam, bukan berarti kreativitas menjadi terbatas. Namun dengan aturan tersebut, justru kita akan semakin terpacu untuk menggali lagi kreativitas, menjadi lebih bersemangat untuk menghasilkan karya, dan ini bisa menjadi faktor yang membuat karya kita akan lebih bermakna,” terang Aditya Triantoro, CEO Little Giantz yang telah menghasilkan berbagai karya animasi seperti Nussa, Trungtung, dan masih banyak lainnya.
Di talk show tersebut Aditya juga menerangkan tiga komponen penting yang menjadi tiga pilar utama berdirinya SyariART.
Pertama, syariat Islam, yang menjadi landasan untuk mengetahui batasan-batasan dalam membuat sebuah karya, yang dalam hal ini akan disampaikan dalam setiap pertemuan di kelas.
Kedua, pendidikan kreatif, yang menjadi wadah untuk eksplorasi minat dan bakat anak dalam bidang seni, serta mengasah kreativitas dan perkembangan anak melalui gambar dan animasi mulai dari dasar hingga dapat menghasilkan karya sendiri.
Dan ketiga, ilmu parenting, karena orangtua adalah pendidikan pertama dan utama.
Ketiga pilar ini menjadi pondasi bagi SyariART, untuk menjadi creative learning space for moslem kids.
“Mudah mudahan ini menjadi wasilah bagi anak anak untuk semakin baik dalam bertumbuh dan berkembang,” kata Psikolog Klainis Anak dan Remaja, Kak Yogi Kusprayogi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia