Suara.com - AIDS adalah salah satu penyakit yang hingga saat ini masih menjadi masalah bagi dunia. Pasalnya, AIDS menjadi penyakit yang membuat penderitanya tidak bisa sembuh. Sebab pentingnya penyakit ini, setiap 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.
Dibuatnya Hari AIDS Sedunia ini dibuat untuk memberikan dukungan kepada para penderita agar semangat dalam melanjutkan hidupnya. Peringatan ini juga sebagai cara untuk meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat tentang penularan AIDS.
Sejarah Hari AIDS Sedunia
Hari AIDS Sedunia pertama kali ditetapkan pada Agustus 1988 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter. Keduanya merupakan petugas informasi publik untuk Program Global AIDS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kala itu, penyakit HIV/AIDS menjadi satu hal yang cukup ramai diperbincangkan. Bahkan, banyak stigma negatif yang muncul kepada para penderita AIDS sehingga adanya diskriminasi kepada para pasien.
Oleh sebab itu, Hari AIDS Sedunia dibuat untuk memberikan dukungan kepada penderita sekaligus meningkatkan kewaspadaan serta pengetahuan kepada masyarakat luas. Dalam laman UNAIDS dijelaskan, pada peringatan ini juga terdapat berbagai kampanye berbeda setiap tahunnya.
Kampanye ini disesuaikan dengan tema yang menjadi fokus dalam peringatan Hari AIDS Sedunia. Nantinya berbagai organisasi juga akan melakukan kampanye dan acara untuk memperingati Hari AIDS Sedunia ini.
Di balik pita merah
Tidak hanya itu, dalam peringatan Hari AIDS Sedunia ini juga identik dengan pita merah. Biasanya, orang-orang akan memakai pita merah yang disilangkan dan dipakai di lengan bajunya.
Baca Juga: Terungkap! Kasus HIV di Indonesia Ternyata Paling Banyak Akibat Laki-Laki Seks dengan Laki-Laki
Dikutip dari laman resmi World AIDS Day, pita merah ini merupakan simbol dari kesadaran dan dukungan kepada para penderita. Pita merah ini dibuat pada 1991 oleh seniman sebagai wujud visual AIDS di New York.
Warna merah yang dipilih juga sebagai simbol keberanian, semangat, serta rasa cinta untuk para penderita HIV/AIDS. Bahkan, beberapa organisasi menjadikan pita merah untuk dijual dan keuntungannya akan digunakan donasi para penderita AIDS.
Hari AIDS Sedunia 2023
Untuk Hari AIDS Sedunia 2023 ini memiliki tema ‘Let Communities Lead’. Tema satu ini berfokus agar para komunitas bisa menjadi jembatan untuk melakukan kampanye dan edukasi kepada masyarakat umum.
Hal ini juga membantu para komunitas menghapus berbagai stigma atau pandangan buruk tentang para penderita HIV/AIDS. Selain itu, komunitas ini juga akan mendorong agar kasus AIDS semakin berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?