Suara.com - Momen mudik lebaran Idulfitri 2024 diprediksi akan dimulai pada akhir pekan ini. Baik berpergian dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, menjaga kesehatan tentu sama pentingnya dilakukan. Namun dalam perjalanan panjang, kerap kali orang pilih tidak banyak minum untuk mencegah agar tidak sering buang air kecil (BAK).
Keputusan itu sebaiknya jangan dilakukan. Dokter Spesialis Urologi RS Pondok Indah Bintaro Jaya dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U., mengatakan bahwa kurang minum dan sering menahan BAK memicu terkena penyakit infeksi saluran kencing atau ISK.
"Dalam perjalanan, tak jarang kita hanya fokus untuk mengejar waktu sampai, hingga mengabaikan kebutuhan dasar seperti mencukupi asupan makanan, cairan, bahkan kebutuhan untuk buang air kecil. Hati-hati bagi Anda yang sering menahan buang air kecil atau malas minum air putih, penyakit infeksi saluran kemih mengintai," kata dokter Ima dalam keterangannya.
Bila seseorang telah terlanjur terkena ISK, dapat muncul keluhan-keluhan berupa desakan untuk berkemih, nyeri saat berkemih, sering berkemih, urine keruh, kemerahan, atau berbau, hingga nyeri panggul. Dokter Ima menyarankan untuk segera periksakan diri ke dokter bila mengalami berbagai gejala tersebut untuk menghindari terjadinya komplikasi.
"Namun, apabila tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi berupa ISK berulang yang terjadi dua kali atau lebih dalam 6 bulan, gangguan fungsi ginjal permanen karena infeksi yang tidak diobati, penyempitan uretra sehingga terjadi penurunan pancaran urine, sepsis atau komplikasi yang mengancam nyawa jika infeksi naik ke ginjal. Bahkan ISK pada ibu hamil berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah atau prematur," tuturnya.
Agar terhindar dari penyakit tersebut, dr. Ima menganjurkan untuk lakukan perjalanan mudik dengan sehat, sebagai berikut:
1. Minum banyak air mineral, minimal 2 liter sehari. Perjalanan mudik yang panjang umumnya menyebabkan lupa mencukupi cairan tubuh. Pastikan untuk tetap terhidrasi, meski terkadang tidak merasa haus.
2. Tidak menunda buang air kecil terlalu lama. Meski dalam perjalanan, sempatkanlah beristirahat terlebih dahulu untuk sekadar melakukan peregangan dan buang air kecil.
3. Membasuh kemaluan dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar untuk mencegah bakteri dari area anus menyebar ke vagina dan uretra.
Baca Juga: Doa Berangkat Mudik Agar Selamat di Perjalanan: Teks Arab, Latin dan Artinya
4. Minum segelas air putih setelah berhubungan seksual, lalu kosongkan kandung kemih untuk bantu menghalau bakteri saat buang air kecil.
5. Hindari pemakaian produk yang berpotensi menyebabkan iritasi di daerah kemaluan seperti bedak, deodoran spray, dan lainnya.
6. Ganti kontrasepsi diafragma dengan jenis kontrasepsi lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien