Suara.com - Terapi pijat kretek kini semakin diminati masyarakat Indonesia. Tapi masih sedikit yang tahu terapi ini ada banyak jenisnya loh seperti metode Tit Tar dan chiropractic. Memang apa sih bedanya?
Dijelaskan Senior Therapist Klinik Meditar, Krisnawan Priyanka meski memiliki cara kerja yang hampir sama namun terapi kretek tulang metode Tit Tar vs chiropractic dibedakan berdasarkan asal usulnya.
"Jadi sebenarnya selain Tit Tar itu asalnya dari Tiongkok China, kalau Chiropractic itu dari Amerika, ada juga metode osteopathy asalnya dari UK (Inggris)," ujar Krisnawan melalui keterangan yang diterima suara.com beberapa waktu lalu.
Baik Tit Tar dan chiropractic bekerja dengan cara memberikan tekanan pada sendi tulang belakang pasien dengan tangan atau alat bantu khusus. Kedua metode pijat kretek ini kerap juga disebut dengan tindakan manipulasi tulang belakang, dimana tekanannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Menurut Krisnawan ketiga terapi pijat kretek ini secara umum memiliki teknik yang sama yaitu berfokus pada anggota gerak dan fungsi tubuh, seperti area leher, bahu, punggung, lutut dan engkel yang fungsinya sangat penting untuk beraktivitas sehari-hari.
Hanya saja Krisnawan yang lebih fokus kepada metode Tit Tar menjelaskan, teknik pijat kretek dari Tiongkok ini lebih berfokus pada bone setting, yaitu terapis akan lebih dulu melihat postur tubuh dan melakukan sesi konsultasi dengan pasien.
"Jadi kita akan lebih dulu konsultasi, saya sebagai terapis di sini punya ahli background medis, seperti saya punya sertifikat fisioterapi, akan dilihat apakah punya skoliosis atau saraf kejepit dari rasa nyeri dan posisi punggung pasien," ujar Krisnawan.
Dalam grand launching Klinik Meditar cabang kedua di Kelapa Gading, Jakarta utara Krisnawan juga menjelaskan terapi ini tidak bisa sembarang dilakukan. Ini karena jika memiliki kondisi skoliosis atau saraf kejepit dengan kondisi berat maka tindakan pijat kretek ini tidak bisa dilakukan.
"Kalau dari hasil pemeriksaan MRI atau rontgen di rumah sakit menunjukan ada kondisi skoliosis saraf kejepit udah berat tidak bisa. Tapi kalau ringan datang aja dulu nggak apa-apa, nanti kita cek sendiri dan kita juga nggak akan melakukan tidak kondisi tidak memungkinkan," jelas Krisnawan.
Di sisi lain Guru Besar Terapi Tradisional Tiongkok metode Tit Tar, Chris Leong yang juga brand Ambassador Klinik Meditar ini mengingatkan, kriteria orang yang boleh melakukan tindakan pijat kretek ini harus dalam kondisi sehat dan fit.
"Kondisinya harus fit, tidak boleh demam yang akan kelihatan dari mukanya nggak segar. Itu kita nggak bisa kita terima, karena terapi ini selain untuk memperbaiki postur tubuh, tapi juga memanfaatkan self healing membiarkan tubuh kembali rileks," papar Chris Leong.
Chris Leong yang menyebarkan metode Tit Tar di Singapura dan Hongkong ini mengatakan, dari sisi tren mayoritas masyarakat yang datang untuk melakukan pijat kretek ini di usia 20 hingga 30 tahun, karena posisi tubuh mulai tidak seimbang karena banyak menunduk di depan laptop dan menatap ponsel.
"Meski usia 20-30an tidak banyak yang cedera, tapi yang banyak ceder itu usia 35 hingga 55 tahun yang disebabkan banyak angkat beban, naik tangga, jaga anak, atau posisi menyilang kaki itu menyebabkan posisi duduk tidak seimbang bertahun-tahun," papar Chris Leong.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia