Suara.com - Bagi pasien gagal ginjal, tindakan hemodialisis atau cuci darah merupakan prosedur vital untuk kelangsungan hidup. Ketika dua ginjal tidak lagi berfungsi optimal dalam menyaring racun dan zat berbahaya dari darah, cuci darah menjadi penyelamat.
Ginjal yang tidak berfungsi mengakibatkan racun menumpuk dalam tubuh. Mesin dialisis menggantikan fungsi ginjal dengan menyaring darah di luar tubuh. Biasanya, prosedur ini dilakukan tiga kali seminggu, masing-masing berlangsung selama empat jam. Namun, frekuensinya bisa berbeda sesuai dengan kondisi pasien, seperti dijelaskan oleh dr. Hery Emria, Sp.PD-KGH, Konsultan Ginjal Hipertensi di RS Medika Permata Hijau.
"Kondisi gagal ginjal, baik kronis maupun akut, menentukan apakah seseorang membutuhkan cuci darah atau tidak. Jika fungsi ginjal menurun 80-90%, cuci darah menjadi wajib," kata dr. Hery kepada Suara.com, ditulis Jumat (19/7/2024). Tanpa cuci darah, pasien bisa mengalami komplikasi serius seperti hipertensi, diabetes, lupus, atau penyakit ginjal polikistik.
Bagaimana Cuci Darah Bekerja?
Hemodialisis adalah prosedur cuci darah paling umum. Darah pasien dialirkan melalui jarum dan tabung ke dalam mesin dialisis, di mana darah disaring melalui filter yang memindahkan limbah ke dalam larutan dialisis. Darah bersih kemudian dikembalikan ke tubuh pasien melalui jarum yang berbeda.
Selama prosedur, tekanan darah pasien dipantau untuk menyesuaikan kecepatan aliran darah masuk dan keluar dari tubuh.
Efek Samping Cuci Darah
Proses cuci darah dapat menyebabkan tekanan darah rendah, mual, pusing, atau bahkan pingsan. "Namun, kondisi ini selalu dipantau dan ditangani oleh dokter," jelas dr. Hery. Efek samping lainnya termasuk nyeri dada atau punggung, sakit kepala, kulit gatal, kram otot, dan sindrom kaki gelisah. Meski begitu, manfaat cuci darah jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.
Kapan Waktu Terbaik untuk Cuci Darah?
Baca Juga: Ayu Dewi, Deva Mahendra, Ramai Beri Semangat untuk Vidi Aldiano yang Berjuang Melawan Kanker
Cuci darah dilakukan berdasarkan diagnosa dan rekomendasi dokter. Jika kerusakan ginjal mencapai 80-90%, cuci darah biasanya diperlukan untuk mencegah komplikasi. Cuci darah juga penting bagi pasien yang menunggu donor ginjal.
Namun, cuci darah bisa dihindari dengan gaya hidup sehat. "Rutin berolahraga, menjaga kadar gula dan tekanan darah, serta memenuhi kebutuhan cairan dengan minum minimal delapan gelas air putih sehari dapat mencegah gagal ginjal," pungkas dr. Hery.
Dengan memahami prosedur, efek samping, dan pentingnya cuci darah, pasien gagal ginjal dapat menjalani hidup dengan lebih baik dan mengurangi risiko komplikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026