Suara.com - Publik digemparkan dengan video viral seorang bapak kos diduga makan daging kucing di Semarang.
Aksi itu terungkap setelah penghuni kos merasa ada yang janggal dengan lenyapnya kucing-kucing di sekitar kos yang ada di daerah Sekarang, Gunungpati, Kota Semarang tersebut.
Belakangan diketahui, alasan pemilik kos yang diketahui berinisial NY (63) itu mengonsumsi daging kucing untuk obat diabetes. Publik pun dibuat geram dengan kelakuan NY tersebut.
Tidak sedikit pula yang menanyakan perihal bahanya makan daging kucing. Berikut ini ulasan mengenai dampak makan daging kucing bagi kesehatan dan hukumnya dalam Islam.
Hukum Makan Daging Kucing
Sejumlah ulama menggolongkan kucing dalam binatang buas yang bertaring. Karena itu, haram hukumnya untuk dikonsumsi.
Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab menjelaskan posisi mengenai hukum memakan daging kucing. "Kucing tidak dianggap halal untuk dikonsumsi. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi yang menyatakan bahwa kucing adalah hewan pemangsa. Mereka berburu menggunakan taring dan kadang-kadang memakan bangkai, mirip dengan singa".
Kucing tidak termasuk dalam kategori hewan yang boleh dikonsumsi, meskipun termasuk hewan jinak. Prof Dr Wahbah az-Zuhaili dalam bukunya yang berjudul "Fiqih Islam wa Adillatuhu Jilid 4" mengategorikan kucing sebagai hewan buas walaupun jinak.
Hewan buas yang bertaring eperti singa, serigala, anjing hutan, macan tutul, macan kumbang, musang, kucing, tupai, beruang, kera, gajah, dan ad-dilqu (sejenis hewan yang mirip musang) tidak boleh dikonsumsi. Pendapat ini mendasarkan pada perilakunya sebagai pemangsa.
Baca Juga: Jadi Tersangka, Ini Sosok Pria Pemakan Daging Kucing Di Semarang
Ulama yang mengharamkan konsumsi kucing juga didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Jabir radhiallahu anhu. "Rasulullah sollallahu alaihi wa sallam melarang makan daging kucing dan jual belinya", (Riwayat Abu Daud, al-Tirmizi, dan Ibn Majah).
Efek Konsumsi Daging Kucing pada Tubuh
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang telah diubah dengan UU 41 Tahun 2014 tidak menggolongkan kucing dalam hewan masuk kategori dikonsumsi manusia.
Mengutip dari laman UNAIR, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner SIKIA, Prima Ayu Wibawati drh M Si mengatakan, tidak ada standarisasi terhadap pemotongan atau penyembelihan kucing. Sehingga tak bisa dipastikan keamanannya untuk dikonsumsi.
Artinya, potenis zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya sangat besar.
Tidak adanya jaminan kemanan pangan menyebabkan potensi terkena beberapa penyakit, seperti Tuberculosis, Brucellosis, Salmonellosis, Botulism, Staphylococcal Meat Intoxication, Taeniasis, Trichinosis hingga Clostridiosis. Bahkan, paling mengerikan bisa terinfeksi rabies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?