Anak yang terlalu sering minum teh manis akan berisiko mengalami obesitas. Sebab, teh manis mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Konsumsi gula terlalu sering bisa menyebabkan anak gemar makan dan minum manis. Kelebihan gula dalam tubuh akan berubah jadi lemak. Penumpukan lemak di tubuh dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan anak mengalami obesitas.
4. Sulit Tidur
Tak hanya kopi, teh dan cokelat juga mengandung kafein sehingga bisa membuat anak sulit tidur. Hal tersebut tentunya dapat merugikan kesehatan anak. Sebab tidur menjadi salah satu hal untuk menunjang tumbuh kembang anak.
5. Lebih Sering Buang Air Kecil
Dampak dari kandungan kafein di dalam teh selain sulit tidur adalah si kecil yang sering buang air kecil. Kafein pada dasarnya bersifat diuretik. Hal ini tersebut berarti tubuh akan lebih banyak mengeluarkan air seni.
Demikian penjelasan mengenai bolehkah teh untuk balita. Pada dasarnya, pemberian teh terhadap anak sebaiknya diminimalkan untuk menghindari beberapa dampak yang tak diinginkan.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!