Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti regulasi penjualan obat secara online yang membuat masyarakat jadi mudah mengakses obat tanpa resep dokter.
Perhatian itu muncul akibat ada berita viral seorang ibu di Surabaya yang curhat anaknya dicekoki obat steroid selama setahun oleh pengasuhnya.
Obat tersebut dimaksudkan agar sang anak bisa gemuk. Namun, akibat penggunaan tanpa panduan dokter dan dalam jangka waktu lama, sang anak kini harus dirawat di rumah sakit.
Orang tua sang anak, melalui akun X @linggra.k, mengungkapkan bahwa pengasuhnya mendapatkan obat steroid secara online.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrin IDAI Dr dr Agustini Utari, SpA(K), menjelaskan bahwa steroid termasuk obat keras. Sehingga pembeliannya perlu resep dokter karena tidak boleh digunakan dengan sembarangan.
"Terkait mudahnya pemberian ini mungkin kita memang perlu ya mungkin dari pemangku kebijakan, obat ini kan lambangnya K, artinya dia obat yang harus menggunakan resep dari dokter," katanya dalam diskusi media bersama IDAI secara virtual, Kamis (17/10/2024).
Dia menegaskan, harus ada regulasi yang diperbaiki mengenai penjualan obat keras.
Dokter Agustini juga mengimbau masyarakat agar hati-hati setiap kali membeli obat dengan lambang huruf K pada kemasan. Karena artinya obat tersebut tergolong keras dan harus berdasar arahan dokter dalam penggunaannya.
"Kalau dari cerita yang kemarin, dari yang viral itu, adalah dia bisa mendapatkan online tanpa harus ada resep dokter. Dan sudah membeli berulang kali. Jadi itu yang mungkin harus diawasi," ujar Agustini.
Baca Juga: Obat Steroid untuk Apa? Pengasuh Beri Ini Kepada Balita Agar Gemuk dan Doyan Makan
Tenaga kesehatan, terutama dokter dan farmasi, diingatkan pula untuk selalu memperhatikan setiap obat keras yang diberikan kepada pasien. Agustini menekankan bahwa obat keras seperti steroid memiliki efek samping yang dapat merusak fungsi organ bila dikonsumsi tidak sesuai aturan.
"Sehingga pemberian resep itu harus betul-betul sesuai dengan indikasi," pesannya.
Sementara itu, ibu korban Linggra Kartika Halim mengatakan bahwa aksi pemberian obat keras kepada anaknya sudah berlangsung selama setahun dengan dalih agar nafsu makan sang anak bertambah.
Akibat perbuatannya tersebut, babysitter telah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan oleh Polda Jawa Timur.
Diketahui, pemberian obat keras ini sudah dilakukan sejak September 2023 silam hingga Agustus 2024. Linggra menyebutkan, pemberian obat keras dilakukan pelaku sehari sekali setelah makan siang dengan dicampur air minum. Saat dilakukan penggeledahan didapatkan sisa obat keras sebanyak satu pax atau 30 butir.
Pelaku (NB) mengaku membeli obat keras tersebut sebanyak 8 kali melalui penjualan online. Akibat pemberian obat keras ini korban mengalami obesitas atau kegemukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok