Suara.com - Tidur adalah kebutuhan mendasar bagi tubuh manusia, namun ternyata ada waktu tidur tertentu yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit, sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW.
Hal ini disampaikan oleh dr. Zaidul Akbar, seorang dokter yang terkenal dengan konsep Jurus Sehat Rasulullah (JSR). Ia menjelaskan bahwa pola tidur Nabi memiliki hubungan langsung dengan kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Tidur Pagi: Waktu yang Sebaiknya Dihindari
Menurut dr. Zaidul Akbar, waktu tidur yang tidak disarankan adalah setelah salat subuh atau menjelang pagi. Pada saat tersebut, tubuh sebenarnya sudah siap untuk beraktivitas dan bekerja. Tidur setelah subuh justru berpotensi mengganggu ritme alami tubuh yang telah disiapkan untuk menjalani hari.
Beliau mengutip sunnah Nabi Muhammad SAW, yang juga melarang tidur setelah subuh. Secara ilmiah, tubuh kita mulai mengalami peningkatan energi dan metabolisme setelah bangun di pagi hari, sehingga memanfaatkan waktu ini untuk bergerak atau beraktivitas lebih baik bagi kesehatan.
Tidur Siang: Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatan
Waktu tidur yang disarankan oleh dr. Zaidul Akbar adalah tidur singkat sebelum atau setelah salat zuhur. Ini dikenal sebagai qailulah dalam Islam. Tidur siang yang dilakukan dalam waktu yang singkat, antara 10 hingga 15 menit, dipercaya memiliki manfaat luar biasa untuk memperbaiki saraf dan sistem organ tubuh.
"Tidur menjelang atau sesudah zuhur memiliki hubungan dengan sistem saraf dan organ tubuh. Tidur ini membantu tubuh beristirahat sebentar dan mempersiapkannya untuk melanjutkan aktivitas dengan energi yang lebih baik," ungkap dr. Zaidul dalam sebuah video di Kanal YouTube Penemuan Berfaedah.
Namun, dr. Zaidul menekankan bahwa tidur siang tidak boleh dilakukan dalam keadaan perut terlalu kenyang, terutama setelah mengonsumsi karbohidrat sederhana. Hal ini bisa membuat tidur menjadi tidak nyaman dan justru menimbulkan pusing saat bangun. Penting juga untuk tidak tidur siang terlalu lama, karena dapat mengganggu pola tidur malam dan menyebabkan efek negatif bagi tubuh.
Baca Juga: Mengenal Gondongan pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan Alami yang Efektif
Tidur Malam yang Ideal Menurut Sunnah
Selain tidur siang, dr. Zaidul Akbar juga menjelaskan bahwa tidur malam yang baik menurut sunnah adalah setelah salat isya, sekitar pukul 8 hingga 9 malam. Tidur malam yang dimulai lebih awal membantu tubuh mendapatkan istirahat yang cukup sebelum bangun kembali pada sepertiga malam terakhir, antara pukul 2 hingga 3 pagi, untuk melaksanakan ibadah.
“Nabi Muhammad tidur setelah isya dan bangun di sepertiga malam terakhir. Hal ini memiliki manfaat fisiologis yang luar biasa bagi tubuh, termasuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh,” kata dr. Zaidul.
Manfaat dari bangun pada sepertiga malam ini diakui oleh dr. Zaidul hingga ia menyarankan rumah sakit-rumah sakit Islam untuk menerapkannya pada pasien-pasien mereka. Menurutnya, pasien dengan penyakit degeneratif seperti diabetes atau penyakit jantung bisa mendapatkan manfaat besar dari pola tidur dan bangun malam yang sesuai sunnah, karena dapat membantu memperkuat sistem imun dan memperbaiki fungsi organ tubuh.
Mengapa Pola Tidur Nabi Berdampak pada Kesehatan?
Pola tidur yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW diyakini bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan fisik. Tidur malam yang cukup dan bangun di sepertiga malam membantu tubuh meregenerasi sel, memperbaiki kerusakan jaringan, serta menjaga keseimbangan hormon. Selain itu, tidur singkat pada siang hari mampu mengembalikan energi yang sudah terkuras setelah beraktivitas di pagi hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?