Suara.com - Asma adalah penyakit saluran napas yang dapat diderita oleh siapa saja, bahkan anak-anak, dengan tiga gejala paling umum yaitu menciutnya saluran napas, pembengkakan selaput lendir saluran napas, dan pengeluaran lendir yang berlebihan.
Menurut informasi dari idikabcilacap.org, asma pada orang dewasa berbeda dari anak-anak dalam hal intensitas gejalanya. Orang dewasa biasanya memiliki gejala yang lebih konsisten, yang terkadang memerlukan pengobatan harian untuk meredakannya. Asma pada anak cenderung tidak teratur, tetapi asma pada orang dewasa dan anak dapat menyebabkan sesak napas.
IDI Kabupaten Cilacap adalah cabang organisasi kesehatan dibawah naungan Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia). Organisasi kesehatan IDI Kabupaten Cilacap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Anggota organisasi ini menerima dukungan untuk menjalankan praktik medis yang sesuai dengan standar profesional.
IDI Kabupaten Cilacap selanjutnya melakukan penelitian lanjutan terkait penyebab penyakit asma dan obat yang digunakan untuk mengobati penderitanya.
Apa saja gejala penyebab terjadinya asma pada anak?
Dilansir dari laman https://idikabcilacap.org, asma adalah gangguan pernapasan yang dapat menyerang orang dari segala usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Gejala asma dapat berbeda tergantung pada tingkat keparahan dan faktor pemicu, tetapi berikut adalah beberapa gejala umum meliputi:
1. Sering batuk
Salah satu gejala utama asma adalah batuk yang sering muncul, terutama di malam hari. Beberapa penyebab batuk termasuk partikel yang dihirup, mukus atau dahak berlebih di saluran napas, radang, benda asing di saluran napas, dan makanan atau minuman yang tersangkut di tenggorokan.
2. Sesak napas
Baca Juga: Tom Lembong Ungkap Sebab Suara Beratnya Karena Penyakit Ini, Sudah Sembuhkah?
Sesak napas, juga dikenal sebagai dispnea, adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan bernapas atau tidak dapat menyerap cukup oksigen ke dalam paru-paru mereka. Anak-anak maupun orang dewasa yang menderita asma sering mengalami sesak napas, yang ditandai dengan napas yang cepat dan berat.
3. Sering merasa lelah dan sulit untuk tidur
Asma mungkin membuat anak-anak dan orang dewasa lemas atau kurang bertenaga, terutama setelah serangan atau saat gejalanya muncul kembali. Gejala seperti batuk dan sesak napas seringkali mengganggu tidur, menyebabkan anak-anak atau orang dewasa terbangun di malam hari.
4. Kulit terlihat lebih pucat
Jika kulit, kuku, atau bibir anak menjadi pucat atau kebiruan, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh mereka kekurangan oksigen akibat serangan asma yang parah dan membutuhkan penanganan dari dokter dengan cepat.
Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penderita asma pada anak?
Berita Terkait
-
Terobosan Pengobatan Asma PPOK, Suntikan Antibodi Benralizumab Lebih Efektif dari Steroid?
-
Detoks Usus dan Ramuan Herbal ala Dokter Zaidul Akbar, Ampuh Buat Mengusir Asma!
-
Studi Ungkap Hubungan Timbal Balik antara Diabetes dan Asma
-
Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terserang Asma? Begini Faktanya
-
Batuk Akut vs Batuk Kronis: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat