Penyakit kulit, seperti infeksi bakteri, jamur, atau alergi, sering kali muncul akibat genangan air banjir dan kebersihan yang tidak terjaga. Kondisi lembap di pengungsian juga dapat memperparah masalah ini.
Langkah pencegahan meliputi:
- Menjaga kebersihan kulit dengan mandi menggunakan air bersih.
- Mengeringkan tubuh setelah kontak dengan air banjir.
- Menghindari pakaian basah atau lembap dalam waktu lama.
- Menggunakan krim atau salep sesuai anjuran dokter jika muncul iritasi kulit.
5. Penyakit Saluran Cerna Lainnya (Demam Tifoid)
Demam tifoid dan penyakit saluran cerna lainnya juga perlu diwaspadai. Penyakit ini ditularkan melalui makanan atau air yang tercemar bakteri. Untuk mencegahnya:
- Konsumsi makanan yang bersih dan matang sempurna.
- Hindari jajan di tempat yang kurang higienis.
- Pastikan sumber air minum aman dan steril.
Waspadai Penyakit Kronis
Selain penyakit menular, banjir juga dapat memperburuk kondisi penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Penurunan daya tahan tubuh akibat cuaca buruk dan kondisi lingkungan yang tidak sehat membuat pengelolaan penyakit kronis menjadi lebih sulit.
Pentingnya Langkah Preventif
Kewaspadaan terhadap kondisi banjir dan dampaknya terhadap kesehatan sangat diperlukan. Menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta memperhatikan kualitas air dan makanan merupakan kunci utama pencegahan. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala penyakit agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Banjir memang tidak bisa dihindari, tetapi dengan langkah antisipatif yang tepat, dampak kesehatannya dapat diminimalkan. Tetap waspada, jaga kebersihan, dan lindungi keluarga Anda dari risiko penyakit saat musim banjir.
Baca Juga: Setelah Dua Hari, Banjir yang Kepung Sekitaran JIS Akhirnya Surut
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik